Mobil Eropa lansiran 1990-an kini semakin mudah dijangkau. Beberapa model, seperti Peugeot 306, Peugeot 405, hingga BMW dan Mercedes-Benz lawas hanya sudah turun. Meski demikian, harga beli yang sudah semakin murah kerap membuat calon pemilik melupakan satu hal penting, yakni konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Dibandingkan mobil Jepang pada era yang sama, mobil Eropa dikenal dengan konsumsi BBM yang lebih boros. Hadi Taruna pemilik bengkel spesialis Peugeot EngineBlock Autoworks di Bintaro, Tangerang Selatan, karakter tersebut bukan disebabkan oleh kerusakan kendaraan, melainkan memang merupakan konsekuensi dari teknologi yang digunakan pada masa itu. "Ingat, mobil-mobil Eropa itu kan kebutuhan listriknya besar. Coba lihat saja alternatornya. Ada yang 120 ampere, paling kecil 90 ampere," kata Hatar panggilannya kepada Kompas.com, belum lama ini. Modifikasi BMW E30 1991 garapan Fins Garage "Karena kebutuhan listriknya besar, apalagi kalau AC menyala, otomatis beban mesin juga lebih berat. Kalau beban mesin berat, tentu konsumsi BBM jadi lebih boros," ujarnya. "Saat beban mesin meningkat, tekanan pada sensor MAP (manifold absolute pressure) juga ikut naik. Akibatnya, injektor menyemprotkan bahan bakar lebih banyak, istilahnya seperti 'minum', ngucur terus," ujarnya. Teknologi Hatar menjelaskan bahwa hal itu memang merupakan karakter teknologi mobil Eropa pada era tersebut. "Ya memang teknologinya pada saat itu seperti itu. Mobil-mobil Eropa era 1990-an memang begitu. Itu teknologi pada zamannya," katanya. Karakter konsumsi BBM itu memang menjadi bawaan desain dan teknologi pada zamannya. Sehingga pemilik perlu perhitungan agar biaya operasional sesuai dengan ekspektasi. Mesin Mercedes Benz W124 'Boxer' lansiran 1989 "Makanya, kalau mengharapkan mobil Eropa tahun 1990-an bisa irit BBM, ya sulit," ujarnya. "Nggak bisa, nggak bakal bisa. Memang secara teknologi saat itu kemampuannya memang seperti itu," ujarnya. Tangki Bensin Selain itu, kapasitas tangki bahan bakar yang besar juga menjadi gambaran karakter konsumsi BBM mobil Eropa pada masa itu. Menurut Hatar, pabrikan memang merancang kendaraan dengan tangki berkapasitas lebih besar agar mampu mengimbangi kebutuhan bahan bakarnya. "Makanya, coba lihat mobil-mobil Eropa. Tangki bensinnya hampir tidak ada yang cuma 45 liter. Misalnya Peugeot 306, kapasitas tangkinya 70 liter," ujarnya. Bengkel spesialis Peugeot EngineBlock Autoworks di Bintaro, Tangerang Selatan, "Iya. Peugeot 306 itu 70 liter. Bahkan Peugeot 206 saja kapasitas tangkinya lebih dari 45 liter," kata Hatar. Menurut Hatar, kapasitas tangki yang besar bukan tanpa alasan. Hal itu berkaitan dengan perhitungan jarak tempuh kendaraan berdasarkan konsumsi bahan bakar rata-rata. "Kenapa dibuat sampai 70 liter? Artinya, tingkat konsumsi bahan bakarnya memang berbeda," kata Hatar. "Kalau menghitung jarak tempuh, kan acuannya dari konsumsi rata-rata dan kapasitas tangki penuh (full tank)," ujarnya. "Ada rumusnya, yaitu berdasarkan konsumsi rata-rata dikalikan kapasitas tangki bahan bakar. Karena itu kapasitas 70 liter memang dibutuhkan," katanya.