Performa tim Engine Block Autoworks kembali menunjukkan tren positif di ajang drag race. Hasil podium yang terus diraih dalam beberapa seri terakhir menjadi bukti bahwa pengembangan Peugeot yang mereka lakukan mulai menunjukkan hasil yang menjanjikan. Pada event terbaru, pembalap Ardian Pradana sukses meraih Podium 1 di kelas Bracket 9,5 Detik serta Podium 3 di kelas Bracket 10 Detik. Sementara itu, Farhan turut menyumbang prestasi dengan finis di posisi keempat kelas Bracket Time 9,5 Detik. Team owner Engine Block Autoworks, Hadi Taruna atau yang akrab disapa Hatar, mengungkapkan bahwa performa Peugeot yang mereka kembangkan kini sudah mendekati target yang diinginkan. “Alhamdulillah development-nya sudah hampir sesuai harapan. Satu Peugeot 306 sudah stabil bermain di kelas Bracket 10 Detik 201 meter dan Bracket 16 Detik 402 meter,” ujar Hatar. Tak hanya itu, satu unit Peugeot 306 lainnya bahkan sudah mendekati target untuk bersaing di kelas yang lebih cepat. Farhan (kiri) dan Ardian Pradana (kanan) joki Peugeot 306 EBA “Satu Peugeot 306 lainnya sudah hampir sesuai target, yaitu bermain di Bracket 9 dan 9,5 Detik untuk 201 meter serta Bracket 14,5 dan 15 Detik untuk 402 meter. Tapi ini masih terus kami develop supaya bisa stabil bermain di Bracket 9 Detik 201 meter dan Bracket 14 Detik 402 meter,” lanjutnya. Menurut Hatar, sektor mesin masih menjadi fokus utama dalam pengembangan kendaraan. Namun, ada beberapa faktor lain yang hingga saat ini masih terus dicari formula terbaiknya. “Yang pasti mesin. Tapi pendukung lainnya juga penting, karena sampai sekarang kami masih mencari tipe ban yang paling pas dan masih berhadapan dengan persoalan berat kendaraan,” jelasnya. Berbicara soal Peugeot, salah satu stereotip yang kerap muncul adalah bobot kendaraan yang relatif lebih berat dibanding rival-rivalnya di dunia drag race. Hatar pun tidak menampik anggapan tersebut. “Iya, itu benar. Mobil Eropa rata-rata memang punya curb weight yang cukup berat. Peugeot 306 ini beratnya sekitar 1.100 kilogram tanpa pembalap,” katanya. Meski demikian, tim Engine Block Autoworks memiliki tantangan tersendiri. Mereka tidak ingin mengorbankan identitas mobil yang tetap layak digunakan di jalan raya. “Konsep kami tetap ingin mobil ini street legal, jadi semua komponen penting masih terpasang. Tantangannya adalah bagaimana memangkas bobot kendaraan secara signifikan tanpa menghilangkan karakter tersebut,” tambah Hatar. Ardian Pradana (tengah) podium pertama dan Farhan (paling kiri) podium 4 Ke depan, jika pengembangan sektor mesin sudah mencapai target, Hatar membuka kemungkinan untuk menggunakan basis kendaraan yang lebih ringan. “Mungkin nanti kalau development mesin sudah tercapai, kami harus mulai berpikir menggunakan body shell yang lebih ringan. Pilihannya ada di Peugeot 206,” ungkapnya. Menariknya, proyek tersebut ternyata sudah mulai berjalan. “Saat ini kami juga sedang mengembangkan Peugeot 206,” tutup Hatar sambil tertawa. Dengan pencapaian podium yang terus bertambah dan pengembangan yang masih berlanjut, Engine Block Autoworks tampaknya belum akan berhenti memberikan kejutan di lintasan drag race nasional. (*)