Maxdecal Art Party 7 Desember 2025 di Brickhall, Fatmawati, Jakarta Selatan. Acara besutan MaxDecal ini tidak hanya memamerkan motor custom, tetapi juga mempertemukan 170 seniman dan 50 modifikator dalam satu ruang kolaborasi. Di sinilah seni visual, industri kreatif, dan budaya modifikasi bertemu mempertegas bahwa kreativitas pada bodi motor telah menjadi bentuk ekspresi diri baru bagi masyarakat Indonesia.Project Director & RnD MaxDecal, Nofian Hendra, menyampaikan bahwa meningkatnya penggunaan stiker dalam modifikasi motor bukan sekadar tren estetika. Saat ini, stiker menjadi medium personalisasi yang paling mudah diakses, paling fleksibel, dan paling berdampak secara visual. Ia menilai kemudahan desain, pencetakan, dan pemasangan stiker membuat decal berkembang menjadi elemen paling dominan di budaya modifikasi motor. Permintaan produk untuk roda dua disebut meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya menawarkan visual, stiker kini berkaitan erat dengan industri kreatif. Art Party 2025 mengusung konsep Build Offline Market, yang mempertemukan kreator desain dengan modifikator untuk membuka peluang proyek dan monetisasi karya secara langsung. Acara ini juga memuat program Art Education tentang strategi desain, produksi handmade, marketing, hingga penggunaan mesin untuk menjaga kualitas hasil cetak. Sementara bersama EKRAF, ada Copyright & IP Educationberikut fasilitas pendaftaran IP langsung di lokasi bagi kreator. “IP melindungi karya dan memberikan ruang bagi industri untuk bertumbuh bersama,” tegas Nofian.Dalam balutan Moto Art Show, MaxDecal meluncurkan produk baru MaxDecal Xtreme Series, disertai sesi Live Printing bersama PT Mulia Mandiri Supply. Para pelaku kreatif dapat berkonsultasi langsung mengenai teknologi pencetakan dan kebutuhan produksi stiker berkualitas tinggi.Kontes modifikasi motor pada ajang ini memilih 10 kategori terbaik, seluruhnya berbasis kreativitas penggunaan stiker. Selain itu, tampil pula 10 motor jurnalis yang telah mendapatkan sentuhan seni memperlihatkan transformasi visual yang dapat dicapai melalui decal.Fenomena modifikasi berbasis stiker mendapat sorotan pemerintah. Wakil Menteri dan Badan EKRAF Indonesia, Irene Umar, menyebut sektor otomotif sangat potensial menjadi sub-ekosistem ekonomi kreatif karena budaya custom dan personalisasi kendaraan kini melekat pada gaya hidup masyarakat.“Indonesia adalah pasar sepeda motor terbesar di dunia, dan konsumennya ingin tampil berbeda. Kreator lokal harus memanfaatkan momentum ini untuk berkolaborasi dengan brand otomotif,” ujar Irene.Ia menekankan bahwa pendapatan kreator ke depan tidak hanya bergantung pada penjualan produk, tetapi juga bisnis lisensi (licensing) dari desain ber-IP model yang telah sukses secara global.