Penggunaan motor listrik di Indonesia memunculkan berbagai fenomena baru, termasuk tren modifikasi yang mulai dilirik oleh sebagian pengguna. Pada salah satu komunitas di media sosial, Alva Motorcycles Forum, muncul tawaran jasa remap atau pemrograman ulang controller untuk model Alva N3 dan Cervo. Layanan ini diklaim dapat meningkatkan performa motor listrik, mulai dari tarikan yang lebih halus hingga tenaga yang lebih besar. Pada unggahan tersebut, penyedia jasa remap bahkan menjanjikan sejumlah fitur tambahan, mulai dari cruise control, membuka limiter kecepatan hingga 150 km/jam, sampai pengaturan ulang sistem regen agar terasa lebih optimal. Klaim-klaim ini tentu menarik perhatian sebagian pengguna yang ingin motornya tampil lebih bertenaga dari standar pabrik. Namun, pihak Alva menegaskan bahwa modifikasi semacam ini sangat tidak disarankan. “Terus terang saja, baterai mapping dan controller capability Alva itu sudah di-lock,” ujar Cahya Agusta Harianto, VP of Engineering Alva, di SCBD, Jakarta. Menurutnya, seluruh parameter teknis—seperti batas temperatur, mode berkendara, hingga karakter tenaga—sudah ditentukan melalui proses rekayasa yang ketat. Desain bawaan tersebut memastikan motor listrik Alva dapat bekerja pada performa ideal tanpa mengorbankan umur pakai komponen. “Kalau dipaksa ke 160 km per jam, apalagi secara kontinu, baterai bisa stress. Jadi lifetime-nya akan jauh berkurang,” kata Cahya. Ragam produk motor listrik Alva. Ia juga mengingatkan bahwa ubahan di luar spesifikasi pabrik berpotensi merusak sektor penggerak kendaraan. Karena itu, Alva sebenarnya sudah merancang setiap model sesuai kebutuhan konsumen sehari-hari, sehingga modifikasi ekstrem pada controller hingga baterai tidak diperlukan. “Ngoprek dalam konteks wajar masih oke. Tapi kalau sudah menyangkut keselamatan, seperti ngebut 160 km per jam naik motor, jelas berbahaya,” tegasnya. Lebih jauh, Alva memastikan akan terus berinovasi, termasuk memperkuat aspek keamanan digital untuk mencegah modifikasi yang berisiko. Tujuannya agar pengguna motor listrik Alva dapat berkendara secara aman dan wajar. Sebagai tambahan, remap controller juga dapat menggugurkan garansi. Jika terjadi kerusakan, biaya perbaikannya bisa membebani konsumen. Alva sendiri mampu mendeteksi unit yang telah dimodifikasi, sehingga praktik remap ini sangat tidak dianjurkan bagi pemilik motor listrik. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.