BYD Atto 1 di GIIAS 2025 Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther T. Panjaitan, mengatakan perubahan tersebut bukan sekadar kenaikan harga biasa. Menurut dia, BYD tengah menyiapkan improvement atau pengembangan produk untuk Atto 1. GULIR UNTUK LANJUT BACA “Secara resmi kami akan menyampaikan dalam waktu dekat. Sebenarnya bukan kenaikan harga namun kita melakukan satu improvement,” ujar Luther di Jakarta belum lama ini.Meski belum menjelaskan detail pengembangan yang dimaksud, Luther mengatakan BYD masih mempersiapkan berbagai aspek sebelum pengumuman resmi dilakukan. Persiapan tersebut mencakup kesiapan suplai produk, pengetahuan tenaga penjual, hingga kesiapan dealer.Menurut dia, dealer perlu lebih dulu dibekali unit display dan kendaraan test drive agar proses pengenalan produk kepada konsumen bisa berjalan optimal.“Kami masih mempersiapkan dulu kesiapan dari produk supply-nya, kesiapan dari pengetahuan salesperson kita, ketiga dari sisi dealer kita juga harus dibekali dengan display dan test drive,” kata Luther.Ia memastikan pengembangan Atto 1 akan diumumkan dalam waktu dekat. Namun, BYD masih belum merinci apakah improvement tersebut berkaitan dengan fitur, teknologi, maupun spesifikasi kendaraan.“Dalam waktu dekat kita akan beritahukan secara resmi pengembangan apa, development apa di produk Atto 1 ini,” ujarnya.Selain pengembangan produk, BYD juga berencana menambah varian baru Atto 1 untuk menjangkau konsumen yang menginginkan kendaraan listrik dengan harga lebih terjangkau.“Kedua memang kita ada berencana menambah varian baru untuk melengkapi segmen market tertentu di Atto 1 yang ingin masih tetap punya akses memiliki kendaraan EV yang accessible,” kata Luther.Langkah tersebut menunjukkan BYD masih melihat segmen kendaraan listrik entry level sebagai pasar potensial di Indonesia. Selama ini Atto 1 menjadi salah satu model yang menopang pertumbuhan penjualan BYD di pasar domestik.Berdasarkan data wholesales April 2026, distribusi kendaraan BYD disebut mencapai sekitar 4.600 unit dan berhasil menempatkan merek asal China itu di posisi lima besar nasional.Menanggapi capaian tersebut, Luther menjelaskan pasokan kendaraan BYD saat ini masih berasal dari suplai yang tersedia sambil menunggu proses transisi menuju produksi lokal di Indonesia.“Oh iya memang saat ini kita masih supply melalui supply yang ada saat ini yang dimiliki oleh BYD dan kita saat ini sedang masih dalam masa transisi kepada yang diproduksi secara lokal,” ujarnya.Sementara itu, terkait perkembangan fasilitas produksi BYD di Subang, Luther mengatakan prosesnya masih berjalan dan perusahaan akan memberikan penjelasan lebih lanjut dalam waktu dekat.“Masih dalam proses, kita akan sesegera mungkin memberikan penjelasan terhadap situasi saat ini,” kata dia. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Dengan pengembangan Atto 1 serta rencana tambahan varian baru, BYD tampaknya ingin mempertahankan momentum pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia, khususnya di segmen harga terjangkau yang kini mulai semakin kompetitif.Sebagai informasi, BYD Atto 1 Standard Range yang dikenal varian Dynamic saat ini dijual dengan harga Rp205 juta, sedangan versi Long Range atau Premium dibanderol Rp245 juta.