JAKARTA, KOMPAS.com – Sistem pendingin mesin kerap hanya dikaitkan dengan kualitas coolant atau kondisi radiator secara umum. Padahal, ada komponen kecil yang sering luput dari perhatian, namun justru berperan besar dalam menjaga suhu mesin tetap stabil, terutama saat mobil digunakan dalam perjalanan jauh seperti mudik. Fendy, Direktur PT Autokooling Jaya Nusantara (AJN), distributor resmi radiator Koyorad di Indonesia, mengatakan, ada dua komponen penting yang kerap diabaikan, yakni tutup radiator (radiator cap) dan tangki radiator (tank). Keduanya memiliki fungsi krusial dalam menjaga tekanan dan ketahanan sistem pendinginan. “Banyak orang fokus ke air radiator atau coolant saja, padahal tutup radiator itu berfungsi menjaga tekanan di dalam sistem. Kalau sudah tidak bagus, tekanan tidak terjaga dan coolant bisa cepat mendidih,” kata Fendy kepada Kompas.com, Rabu (18/3/2026). Bahaya Buka Tutup Radiator Saat Mesin Panas, Kulit Bisa Terkelupas Ia menjelaskan, pada kondisi normal, tutup radiator standar memiliki batas tekanan sekitar 0,9 hingga 1,1 bar. Tekanan ini penting untuk menaikkan titik didih cairan pendingin, sehingga mesin tidak mudah mengalami overheat meski bekerja dalam suhu tinggi. Namun, jika tutup radiator sudah haus atau rusak, tekanan tersebut tidak dapat dipertahankan. Tutup radiator racing dengan tekanan maksimum 1,3 bar Akibatnya, coolant lebih cepat mencapai titik didih dan berpotensi menyebabkan mesin mengalami panas berlebih, bahkan dalam kondisi penggunaan normal. Selain tutup radiator, komponen lain yang juga tak kalah penting adalah tangki radiator, khususnya yang terbuat dari bahan plastik fiber. Fendy menyarankan agar konsumen memperhatikan kualitas material, salah satunya melalui kode yang tertera pada komponen tersebut. “Kalau bisa pilih yang kandungan fibernya tinggi, biasanya ada kode GF30 di bagian tank. Itu menandakan materialnya lebih tahan panas dan tidak mudah retak,” ujarnya. Menurut dia, masih banyak radiator di pasaran yang menggunakan bahan plastik daur ulang dengan kualitas di bawah standar. Kondisi ini membuat tangki radiator lebih rentan mengalami kerusakan, terutama saat harus menahan suhu dan tekanan tinggi dalam waktu lama. Karena itu, Fendy mengingatkan pentingnya tidak hanya memeriksa volume coolant, tetapi juga memastikan kondisi tutup radiator dan kualitas tank tetap prima. Dengan begitu, risiko overheat bisa diminimalkan dan performa mesin tetap terjaga dalam berbagai kondisi perjalanan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang