Saat dipakai perjalanan jauh seperti mudik, ban mobil bekerja keras. Tingginya aktivitas perjalanan selama periode mudik perlu diimbangi dengan perhatian ekstra terhadap kondisi kendaraan, khususnya ban, yang menjadi satu-satunya komponen kendaraan yang bersentuhan langsung dengan jalan.PT Bridgestone Tire Indonesia (Bridgestone Indonesia) mengimbau masyarakat untuk melakukan pengecekan ban kendaraan guna menjaga kenyamanan dan keselamatan berkendara dalam aktivitas sehari-hari pasca-Lebaran."Perjalanan jarak jauh saat mudik membuat ban bekerja jauh lebih berat dari kondisi normal. Pengecekan ban setelah mudik adalah langkah preventif yang sangat penting untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan performa kendaraan tetap optimal," ujar Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno. Mukiat juga menambahkan bahwa Bridgestone Indonesia siap mendukung pengguna kendaraan pribadi untuk melakukan pengecekan ban dan kendaraan melalui lebih dari 400 jaringan ritel Toko Model (TOMO) yang tersebar di seluruh Indonesia.Menurutnya, perjalanan jauh seperti mudik dapat mempercepat keusan ban. Soalnya, selama perjalanan mudik, ban kendaraan menghadapi berbagai kondisi ekstrem, antara lain jarak tempuh panjang yang mempercepat keausan tapak ban, durasi berkendara lama disertai paparan panas jalan dan suhu ban tinggi, beban kendaraan berlebih baik dari penumpang maupun barang bawaan, serta kondisi jalan yang beragam mulai dari jalan mulus hingga berlubang, bergelombang, dan berkelok.Kombinasi faktor tersebut dapat menurunkan performa ban dan memengaruhi kenyamanan berkendara, seperti timbulnya getaran, suara bising, hingga menurunnya kemampuan pengereman.Ada beberapa hal yang wajib dilakukan dalam pengecekan ban untuk deteksi dini kerusakan. Kerusakan ban mungkin tidak langsung terlihat, namun berpotensi membahayakan jika tidak ditangani sejak awal.Misalnya, tusukan paku atau benda tajam yang tidak terasa saat perjalanan panjang dapat menyebabkan tekanan angin berkurang secara perlahan. Pastikan tekanan angin ban, termasuk ban serep, disesuaikan kembali dengan rekomendasi pabrikan kendaraan yang tertera pada pilar pintu. Ban dengan tekanan angin kurang dapat menyebabkan dinding samping melentur berlebihan, menghasilkan panas ekstrem, dan meningkatkan risiko terlepasnya tapak ban hingga pecah ban.Pemilik kendaraan perlu memeriksa bagian dinding ban. Cek apakah ada benjolan (bulging) akibat menghantam lubang atau permukaan jalan rusak atau retakan halus (crack) akibat pemanasan berlebih dan usia pakai ban. Kerusakan fisik tersebut menandakan perubahan struktur ban dan memerlukan penanganan segera, termasuk penggantian ban demi keselamatan berkendara.Perhatikan pola keausan ban, seperti keausan di bagian tengah atau sisi ban akibat tekanan angin yang tidak sesuai. Atau keausan tidak merata akibat perubahan setelan spooring karena kondisi jalan.Melakukan spooring dan balancing setelah mudik membantu mengembalikan stabilitas kemudi, meningkatkan kenyamanan, serta memperpanjang usia pakai ban. Rotasi ban juga disarankan untuk menyeimbangkan keausan antar ban. Ban yang sudah aus lebih rentan tertusuk dan berisiko mengalami hydroplaning di jalan licin.Pengecekan ban setelah mudik merupakan langkah mitigasi penting untuk mencegah kerusakan ban yang lebih parah, menghindari risiko pecah ban di kemudian hari, menjaga kondisi ban tetap optimal untuk aktivitas harian, dan memperpanjang umur pakai ban.