Perjalanan mudik Lebaran identik dengan mobil berisi penuh penumpang dan barang bawaan. Bagi pemilik kendaraan dengan sistem AC single blower, kondisi ini kerap menimbulkan keluhan kabin belakang terasa kurang dingin atau bahkan pengap saat perjalanan jauh. Namun, dengan pengaturan yang tepat, AC single blower tetap bisa memberikan kenyamanan selama perjalanan. Menurut Gunawan, pemilik Premium99 AC, penggunaan AC saat perjalanan jarak jauh tidak boleh hanya mengandalkan mode resirkulasi udara terus-menerus, terutama jika mobil diisi banyak penumpang. “Kalau perjalanan di atas dua jam, sebaiknya sesekali gunakan mode fresh atau udara luar supaya sirkulasi di dalam kabin tetap sehat dan tidak pengap. Tidak perlu lama, cukup satu sampai tiga menit saja,” kata Gunawan kepada Kompas.com, Selasa (3/3/2026). Gunawan menjelaskan, mode fresh memungkinkan udara baru dari luar masuk ke dalam kabin dan tetap tersaring oleh filter AC. Ilustrasi Kabin Mobil Cara ini lebih efektif dibanding membuka jendela, karena udara tetap melalui proses penyaringan debu dan kotoran sebelum masuk ke kabin. Selain soal sirkulasi udara, pengaturan blower juga menjadi kunci kenyamanan pada mobil single blower. Saat kendaraan diisi banyak penumpang, hembusan angin sebaiknya ditingkatkan ke level dua atau tiga agar distribusi udara merata hingga baris belakang. “Jangan hanya turunkan suhu paling dingin. Blower-nya juga harus dinaikkan supaya udara bisa terdorong sampai ke belakang. Kalau perlu mendekati full juga tidak masalah, asalkan sistem pendinginan mesin dalam kondisi baik,” ujarnya. Ia menambahkan, performa AC sangat bergantung pada sistem pendinginan mesin. Jika suhu mesin terlalu panas akibat radiator bermasalah atau coolant kurang, maka AC bisa otomatis mati untuk menjaga mesin tetap aman. Karena itu, sebelum berangkat mudik, pemilik kendaraan disarankan melakukan pengecekan menyeluruh, mulai dari kondisi radiator, oli mesin, rem, hingga sistem AC. Di musim hujan, komponen pendukung keselamatan seperti wiper dan lampu juga wajib dipastikan berfungsi optimal. Dengan pengaturan blower yang tepat dan sesekali mengaktifkan mode fresh, mobil dengan AC single blower tetap bisa memberikan kenyamanan maksimal selama perjalanan jauh. Kuncinya bukan sekadar suhu dingin, tetapi sirkulasi udara yang sehat dan sistem kendaraan yang prima. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang