Pengendara perlu memberikan perhatian lebih terhadap keselamatan diri ketika harus berkendara di tengah paparan abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Selain dapat mengganggu jarak pandang, partikel abu vulkanik juga berpotensi masuk ke saluran pernapasan. Maka dari itu, penggunaan perlengkapan pelindung menjadi penting, terutama masker yang mampu menyaring partikel berukuran sangat kecil. Ketua Bidang Road Safety dan Motorsport AISI Victor Assani mengatakan, pengendara sebaiknya tidak mengandalkan masker kain biasa ketika berada di wilayah yang terdampak abu vulkanik. "Masker menjadi hal yang wajib. Bukan masker kain biasa, karena debu ukurannya mikron," kata Victor kepada Kompas.com, Minggu (6/9/2026). Anggota kepolisian dari Satlantas Polres Garut membagikan masker gratis untuk mencegah paparan anu vulkanik Gunung Krakatau, pembagian masker gratis di lakukan di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (7/9/2026). (KOMPAS.com/Sidqi Al Ghifari). Victor yang juga merupakan Dosen Teknik Industri pada Fakultas Teknologi dan Bisnis Energi Institut Teknologi PLN menyarankan, masyarakat menggunakan masker jenis N95 atau masker sejenis yang memiliki kemampuan menyaring partikel dengan lebih baik. "Saya sarankan menggunakan masker model N95 atau sejenis yang benar-benar bisa menyaring debu. Sangat berbahaya kalau sampai masuk saluran pernapasan," ucapnya. Selain saluran pernapasan, mata dan kulit juga perlu mendapatkan perlindungan ketika pengendara berada di tengah paparan abu vulkanik. Victor mengatakan, partikel vulkanis memiliki karakteristik fisik yang tajam dan keras serta sifat kimia yang dapat menyebabkan iritasi. "Partikel vulkanis ini memiliki sifat fisika tajam dan keras serta sifat kimia yang asam, maka akan mengakibatkan iritasi baik pada kulit, mata sampai saluran pernapasan," katanya. Karena itu, penggunaan pelindung mata juga tidak boleh diabaikan. Pengendara dapat menggunakan kacamata yang menutup area mata dengan rapat untuk mengurangi risiko abu masuk ke mata. "Penggunaan pelindung mata juga menjadi sangat penting. Sebaiknya pergunakanlah model kacamata seperti kacamata renang yang benar-benar rapat," kata Victor. Perlengkapan pelindung bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Pengendara juga harus menyesuaikan kecepatan ketika melintasi wilayah yang terdampak abu vulkanik. Abu yang beterbangan dapat mengurangi jarak pandang sehingga pengendara membutuhkan waktu lebih lama untuk mengantisipasi kondisi di depannya. "Cara berkendara tentunya jangan berkendara secara kencang, karena dalam berkendara kita memerlukan jarak pandang yang aman," kata Victor. Oleh karena itu, pengendara sebaiknya mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman dengan kendaraan lain. Jika kondisi abu semakin pekat hingga jarak pandang terganggu, sebaiknya mencari tempat aman dan menghentikan perjalanan sementara.