Meski mobil lebih sering terparkir di garasi, pemilik kendaraan tetap disarankan mengganti oli secara berkala. Sebab, kualitas pelumas dapat menurun seiring waktu sehingga perlindungannya terhadap mesin tidak lagi optimal. Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Jayan Sentanuhady, mengatakan pemilik mobil sebaiknya tetap mengikuti jadwal penggantian oli berdasarkan jarak tempuh maupun usia pemakaian. "Diganti aja sesuai kilometer rekomendasi atau bulan rekomendasi bengkel," ucapnya kepada Kompas.com, belum lama ini. Menurut Jayan, oli yang terlalu lama berada di dalam mesin tetap bisa mengalami penurunan kualitas akibat proses oksidasi, tercampur uap air, atau berkurangnya viskositas.Kondisi ini dapat mengurangi kemampuan oli dalam melindungi komponen mesin dan meningkatkan risiko keausan. Ilustrasi ganti oli mobil Pendapat serupa disampaikan Kamal, pemilik Bengkel Kafka di Bogor. Ia menjelaskan bahwa pelumas memiliki usia pakai sehingga kualitasnya akan terus menurun meski mobil lebih sering terparkir di garasi. Jika anggaran memungkinkan, Kamal menyarankan penggantian oli dilakukan setiap enam bulan sekali agar kondisi mesin tetap optimal. Namun, ia memahami bahwa tidak semua pemilik kendaraan memiliki kemampuan finansial yang sama. Karena itu, untuk mobil yang sangat jarang digunakan, menurutnya penggantian oli masih bisa ditoleransi hingga maksimal sekitar 11 bulan atau dijadwalkan mengikuti momen libur besar. "Kalau saya selalu memaksimalkan dari lebaran ke lebaran. Jadi 1 tahun, 11 bulan kurang lebih. Karena yang namanya momen lebaran enggak mungkin mobil enggak dipakai. Banyak customer saya yang memang jarang pakai, servisnya dari mau dekat puasa ke dekat puasa lagi nanti," kata Kamal kepada Kompas.com. Bagi pemilik mobil non-muslim, jadwal penggantian oli juga bisa disesuaikan dengan momen Natal ke Natal berikutnya. Menurut Kamal, cara ini cukup efektif karena kendaraan umumnya digunakan untuk perjalanan jauh saat musim liburan. Ia juga mencatat, banyak mobil pelanggan yang jarang dipakai hanya mencatatkan jarak tempuh sekitar 3.500 hingga 4.000 kilometer dalam setahun. Meski demikian, Kamal menegaskan pemilik mobil tidak perlu khawatir jika kendaraan hanya didiamkan selama beberapa hari atau bahkan seminggu tanpa digunakan. Oli masih tetap bekerja dengan baik dalam kondisi tersebut.Masalah baru muncul jika oli dibiarkan berada di dalam mesin selama bertahun-tahun tanpa diganti. Menurutnya, kualitas oli akan terus menurun seiring waktu, terutama karena zat aditif di dalamnya ikut berkurang. "Bahan bakar aja kalau kita taruh dua tahun kan kualitas oktannya pasti menurun. Begitu juga dengan oli, zat aditifnya itu pasti menurun drastis," kata Kamal. Ketika usia oli sudah melewati satu tahun, zat aditif di dalamnya tidak lagi mampu melindungi komponen mesin secara optimal sehingga gesekan antarlogam meningkat dan keausan terjadi lebih cepat. Kerusakan akibat penurunan kualitas oli memang tidak langsung terasa, tetapi jika terus dibiarkan dapat menimbulkan keausan komponen mesin secara bertahap hingga memicu kerusakan dalam jangka panjang.