Efisiensi bahan bakar menjadi salah satu hal yang diperhatikan pemilik kendaraan diesel, terutama di tengah meningkatnya biaya operasional. Namun konsumsi bahan bakar yang irit tidak hanya ditentukan oleh kualitas bahan bakar, tetapi juga kondisi mesin yang tetap prima. Mulianto, Tim Brand Owner Pertamina Fastron, mengatakan bahwa perawatan berkala merupakan investasi untuk menjaga efisiensi kendaraan diesel, bukan hanya dilakukan ketika mulai muncul gejala kerusakan. "Kondisi mesin yang terawat membantu menjaga pembakaran tetap optimal sehingga konsumsi bahan bakar lebih efisien dan umur pakai komponen mesin menjadi lebih panjang," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (3/8/2026). Produk terbaru Ford masih andalkan mesin diesel "Dengan begitu, pemilik kendaraan dapat menekan biaya operasional secara keseluruhan,” katanya. Menurut Mulianto, mesin diesel modern saat ini dibekali berbagai komponen dengan teknologi yang saling terhubung untuk menghasilkan performa optimal. Ketika salah satu komponen mengalami penurunan kinerja akibat kurangnya perawatan, efisiensi mesin juga dapat ikut menurun. Akibatnya, konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros dan risiko kerusakan komponen meningkat sehingga membutuhkan biaya perbaikan yang lebih besar. Mulianto, Tim Brand Owner Pertamina Fastron di GIIAS 2026 Enam langkah perawatan mesin diesel 1. Ganti filter bahan bakar secara berkala Filter bahan bakar berfungsi menyaring kontaminan sebelum bahan bakar masuk ke sistem injeksi. Filter yang kotor dapat mengganggu suplai bahan bakar sehingga memengaruhi performa mesin. 2. Gunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan Penggunaan bahan bakar sesuai spesifikasi membantu menjaga proses pembakaran berlangsung optimal sekaligus melindungi komponen sistem injeksi yang bekerja pada tekanan tinggi. 3. Jangan tunda penggantian oli dan filter oli Oli berfungsi melumasi, mendinginkan, sekaligus melindungi komponen mesin dari keausan, serta menjaga jelaga sisa pembakaran tetap terkondisi. Sementara itu, filter oli menyaring sedimen atau kotoran yang terdapat pada oli. Apabila filter oli kotor, sirkulasi pelumas dapat terganggu sehingga proses pelumasan mesin menjadi tidak optimal. Komunitas Pajero Xwild Nusantara, merayakan hari jadinya yang ke-8. 4. Bersihkan saluran injeksi dan ruang bakar Setelah kendaraan menempuh jarak sekitar 20.000 kilometer, pembersihan saluran injeksi dan ruang bakar (purging) disarankan untuk menjaga proses pembakaran tetap optimal. Gunakan cairan pembersih yang bersifat nonkorosif agar komponen tetap aman. 5. Rawat turbocharger dengan idling Untuk menjaga performa turbocharger, lakukan idling selama dua hingga lima menit sebelum mesin dimatikan. Cara ini membantu turbocharger tetap bekerja optimal sekaligus memperpanjang usia pakainya. 6. Perhatikan sistem pendingin mesin Lakukan pengurasan sistem pendingin setelah kendaraan menempuh sekitar 40.000 kilometer. Mesin diesel bekerja pada temperatur tinggi sehingga sistem pendingin harus selalu dalam kondisi optimal. Penggantian coolant membantu mencegah overheat dan kerusakan mesin. Selain menerapkan enam langkah tersebut, penggunaan oli dengan spesifikasi dan tingkat kekentalan yang direkomendasikan pabrikan juga menjadi faktor penting. Oli yang sesuai dirancang untuk memenuhi karakteristik kerja mesin diesel sehingga mampu memberikan perlindungan optimal sekaligus membantu menjaga efisiensi bahan bakar.