Mobil hybrid kini menjadi salah satu pilihan kendaraan elektrifikasi bagi konsumen yang menginginkan efisiensi bahan bakar. Teknologi ini menggabungkan mesin bensin dan motor listrik untuk mendukung mobilitas sehari-hari. Namun, apakah mobil hybrid tetap irit BBM ketika digunakan di tengah kemacetan dengan kondisi setop and go? Stop and Go Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM), mengatakan, kondisi setop and go membuat mobil membutuhkan tenaga lebih besar, terutama saat kendaraan kembali bergerak dari posisi diam. Perjalanan test drive jajaran mobil hybrid dan PHEV Toyota, dari Banyuwangi-Bali, 9-11 Oktober 2019. “Membuat mobil bergerak dari posisi diam sampai melaju membutuhkan daya lebih besar, maka di kemacetan konsumsi BBM bisa lebih boros, terlebih lagi pengemudi suka main kickdown,” ucap Jayan kepada Kompas.com, belum lama ini. Menurut Jayan, konsumsi BBM mobil saat berada di kemacetan tidak hanya dipengaruhi kondisi lalu lintas, tetapi juga cara pengemudi mengoperasikan pedal gas. Agar konsumsi BBM tidak boros, pengemudi disarankan menginjak pedal gas dengan lembut dan bertahap. Cara tersebut juga berlaku saat mengendarai mobil hybrid. “Dengan menginjak pedal gas perlahan dan lembut, maka mobil hybrid akan merespons dengan mengaktifkan motor listriknya saja, dan daya baterai cenderung lebih awet, sehingga mesin tidak perlu hidup untuk mengecas baterai terlalu sering,” ucap Jayan. Dengan karakter tersebut, mobil hybrid dapat memanfaatkan motor listrik ketika kondisi berkendara memungkinkan. Sementara itu, mesin bensin tetap bekerja ketika dibutuhkan sehingga penggunaan energi dapat disesuaikan dengan kondisi berkendara. Perkotaan Hal senada disampaikan Lung Lung, pendiri Dokter Mobil. Menurutnya, mobil hybrid memiliki keunggulan dalam hal efisiensi bahan bakar, terutama ketika digunakan untuk mobilitas di perkotaan. “Mobil hybrid efisiensi bahan bakar memang lebih bagus daripada mobil konvensional. Menurut saya, hybrid itu diciptakan untuk dalam kota supaya kecepatan rendah itu dia bisa hanya pakai baterai,” kata Lung Lung. Jadi, dengan perpaduan motor listrik dan mesin bensin, mobil hybrid dapat bekerja lebih efisien saat digunakan di jalan perkotaan dengan kecepatan rendah.