Insiden mobil terbakar, terutama di area ruang mesin, sering kali dianggap sebagai akhir dari masa pakai kendaraan tersebut. Banyak pemilik mobil yang langsung pasrah dan mengira unitnya sudah tidak bisa diselamatkan lagi karena kerusakan visual yang terlihat sangat mengerikan. Padahal, di tangan bengkel spesialis, mobil yang mengalami kebakaran di bagian depan sebenarnya masih sangat bisa diperbaiki dan dibangun kembali hingga berfungsi normal. Alvian Akmal, pemilik diler dan bengkel spesialis Beli Mobil Rusak (BMR) di Pondok Gede, menjelaskan bahwa anggapan mobil terbakar tidak bisa disembuhkan adalah hal yang keliru. Ruang mesin Mazda CX-3 dengan sentuhan AutoExe Solusi Memakai Part Copotan Menurut Alvian, jika mobil yang terbakar tersebut dibawa ke bengkel resmi, biaya restorasi yang ditagihkan memang akan luar biasa mahal karena seluruh komponen wajib diganti dengan barang baru. Namun, bengkel spesialis memiliki trik tersendiri untuk memangkas pengeluaran tersebut. Kunci utama dari perbaikan mobil eks-kebakaran ini terletak pada ketersediaan suku cadang alternatif yang harganya jauh lebih bersahabat, yaitu memanfaatkan suku cadang copotan yang masih layak pakai. "Kalau kita bawa ke bengkel resmi, itu kan mahal banget buat memperbaikinya. Tapi karena kita kebetulan banyak kenalan part-part copotan, ya kita gunakan spare part yang copotan itu," kata Alvian kepada Kompas.com belum lama ini. Pangkas Biaya Suku Cadang hingga 70 Persen Beberapa komponen krusial yang biasanya wajib diganti total pada mobil pasca-kebakaran antara lain adalah jalur kabel (wiring), kotak sekring (fuse box bodi), modul komputer (DCE dan ECU mesin), hingga sektor transmisi. Meskipun daftar komponen yang harus diganti cukup banyak, Alvian mengungkapkan bahwa penggunaan part copotan dari jaringan relasinya mampu menekan pengeluaran secara drastis jika dibandingkan dengan membeli komponen baru gres dari diler resmi. "Karena contoh misalnya kita ganti wiring, fuse box bodi, DCE, ECU mesin, transmisi, itu kan harganya mungkin enggak sampai 30 persen lah dari harga baru gitu kan, jauh dari harga pasar," tutur Alvian.