Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) membuat sebagian pemilik kendaraan terpaksa beralih ke BBM dengan angka Research Octane Number (RON) yang lebih rendah demi menghemat pengeluaran. Meski begitu, penggunaan BBM di bawah rekomendasi pabrikan sebenarnya tidak dianjurkan karena berpotensi memengaruhi performa mesin, efisiensi bahan bakar, hingga keawetan komponen dalam jangka panjang. Lantas, bagaimana jika kondisi memaksa pemilik kendaraan menggunakan BBM dengan RON lebih rendah? Victor Assani, 2W Service Department Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), mengatakan kondisi tersebut memang memungkinkan terjadi. Sejumlah pengendara sepeda motor mengantre untuk mengisi Bahan Bakar Minyak di SPBU 34.15420, Jalan Benda Raya, Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (25/6/2026) Namun, jika mempertimbangkan manfaat dan risikonya secara keseluruhan, langkah tersebut tetap tidak direkomendasikan. "Apapun itu tidak menutup kemungkinan, namun kalau kita lihat dari cost and benefit secara umum pasti kita tidak rekomendasikan," kata Victor kepada Kompas.com, baru-baru ini. Victor juga mengatakan, biaya yang dimaksud bukan hanya pengeluaran untuk bahan bakar, tetapi juga berbagai konsekuensi yang harus diterima pemilik kendaraan selama menggunakan BBM dengan RON lebih rendah. "Cost itu termasuk biaya ketidaknyamanan seperti menghindari full throttle dan waktu, menggunakan putaran mesin menengah, harus selalu waspada dan memperhatikan perubahan perilaku mesin, sampai dengan harus lebih sering ke bengkel resmi untuk perawatan mesin," katanya. Artinya, pengemudi perlu mengubah gaya berkendara agar beban kerja mesin tidak terlalu berat. Hindari akselerasi mendadak atau menginjak pedal gas secara penuh, terutama saat menyalip atau membawa beban berat. Selain itu, usahakan menjaga putaran mesin pada rentang menengah sehingga proses pembakaran tetap berlangsung lebih stabil. Pengemudi juga perlu memperhatikan apabila muncul gejala seperti tenaga mesin menurun, suara ngelitik (knocking), atau konsumsi BBM yang menjadi lebih boros. Victor menambahkan, pemeriksaan kendaraan secara berkala juga menjadi lebih penting apabila mobil atau sepeda motor menggunakan BBM dengan RON di bawah spesifikasi. Langkah tersebut bertujuan memastikan tidak ada gangguan pada sistem pembakaran maupun komponen mesin. Meski ada beberapa cara untuk mengurangi dampaknya, Victor menegaskan solusi terbaik tetap menggunakan BBM sesuai rekomendasi pabrikan. "Oleh karena itu gunakanlah BBM dengan RON yang tepat dengan berbagai siasat di atas," kata Victor. Penggunaan BBM dengan angka oktan yang sesuai akan membantu proses pembakaran berlangsung optimal, menjaga performa mesin, sekaligus mengurangi risiko kerusakan dalam jangka panjang.