Motor listrik yang pernah terendam banjir membutuhkan pemeriksaan menyeluruh sebelum kembali digunakan. Kondisi baterai menjadi salah satu faktor penting yang menentukan apakah kendaraan masih dapat diselamatkan. Menurut Abdulah, pemilik bengkel spesialis motor listrik Dolland Motor Electric, di daerah Bekasi, Jawa Barat, ada kondisi tertentu yang memungkinkan komponen motor listrik masih diselamatkan setelah terkena air. "Asal ketika waktu terendam banjir itu baterai dalam kondisi tercabut, tidak connect dengan motornya dan tidak on," ujar Abdul, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Motor listrik Yamaha JOG E meluncur di Jepang pada Juli 2026 Ia menjelaskan, arus listrik menuju komponen elektronik perlu diputus ketika kendaraan terendam. "Istilahnya bukan on motornya, tapi misalkan MCB-nya tidak on. Istilahnya tidak ada arus untuk menuju ke komponen elektroniknya," kata Abdul. Baterai Harus Diperiksa Dalam kondisi tersebut, sejumlah komponen elektronik dan dinamo masih memiliki kemungkinan untuk diselamatkan setelah melalui proses pengeringan dan pemeriksaan. "Itu masih bisa diselamatkan di bagian komponen-komponen elektronik dan dinamo, selain baterai," ujar Abdul. ilustrasi: Banjir di daerah Koja, Jakarta Utara Januari 2026 Sementara itu, kondisi baterai harus diperiksa secara khusus, terutama untuk memastikan tidak ada air yang masuk ke bagian internal. "Bisa saja kalau tidak masuk airnya ke dalam baterai. Kalau yang lain masih bisa diselamatkan kalau pun masih terendam air," kata Abdul. Abdul kembali menekankan pentingnya memutus hubungan baterai dengan sistem kelistrikan ketika kendaraan terendam. "Meskipun tadi ya, baterainya harus dicabut. Atau minimal MCB-nya di-off-kan. Itu masih bisa dikeringkan, dipakai lagi masih bisa," ujar Abdul. Bagi konsumen yang hendak membeli motor listrik bekas, riwayat kendaraan juga perlu diperhatikan. Motor yang pernah terendam banjir sebaiknya menjalani pemeriksaan menyeluruh sebelum diputuskan untuk digunakan kembali.