Pengguna sepeda motor matik mungkin pernah merasa bagian tuas pijakan standar tengah atau center stand pada motor keluaran baru lebih menonjol dibandingkan motor-motor lawas. Bagian tersebut bahkan kerap dianggap mengganggu karena posisinya cukup keluar ke samping. Dalam kondisi tertentu, tuas standar tengah bisa tersangkut celana atau pakaian pengendara ketika kaki diturunkan atau saat motor digunakan. Hal ini terlihat pada sejumlah motor matik modern, salah satunya seperti Yamaha Fazzio, yang belakangan menjadi sorotan dalam video yang beredar di media sosial. Tapi sebetulnya tidak hanya Fazzio, motor matik lain seperti Honda BeAT, Scoopy, atau yang lainnya, juga memiliki desain tuas standar tengah yang relatif menonjol. Namun, desain tersebut bukan tanpa alasan. Ada pertimbangan teknis di balik bentuk dan posisi tuas standar tengah pada motor matik. Endro Sutarno, People & Technical Development SiTEPAT, mengatakan, posisi tuas yang lebih panjang dibuat untuk membantu pengendara saat mengaktifkan standar tengah. "Alasannya supaya mudah dan ringan pada saat standar tengah difungsikan," ujar Endro kepada Kompas.com (10/8/2026). Ilustrasi standar tengah motor matik Posisi Mesin Membuat Desain Standar Menyesuaikan Menurut Endro, salah satu faktor yang memengaruhi desain standar tengah adalah posisi mesin pada motor matik yang cenderung berada di bagian belakang. Kondisi tersebut membuat mekanisme standar tengah harus menyesuaikan dengan tata letak komponen lain di sekitar mesin. "Karena motor matik posisi mesin cenderung ke belakang," kata Endro. Akibatnya, tuas atau pijakan standar tengah dibuat lebih keluar dan memanjang ke arah samping. Posisi tersebut memungkinkan pengendara mendapatkan titik pijakan yang lebih optimal ketika hendak menaikkan motor ke standar tengah. CVT skutik New Honda PCX 160 Selain posisi mesin, terdapat komponen lain di sekitar area tersebut yang juga perlu diperhitungkan. Pada sejumlah motor matik, bagian kiri motor digunakan untuk komponen seperti Continuously Variable Transmission (CVT) dan filter udara. Keberadaan komponen tersebut membuat ruang yang tersedia untuk mekanisme standar tengah menjadi terbatas. Karena itu, bentuk dan posisi tuas harus dirancang sedemikian rupa agar tetap mudah digunakan tanpa mengganggu komponen lain. Dengan desain tersebut, pengendara tidak perlu mengandalkan tenaga kaki secara berlebihan ketika menggunakan standar tengah. Tuas yang lebih panjang membantu menghasilkan gaya ungkit sehingga motor lebih mudah dinaikkan. Ilustrasi merawat standar tengah pada sepeda motor Jangan Sembarangan Potong Tuas Standar Tengah Karena dianggap mengganggu atau berisiko tersangkut celana, sebagian pengguna mungkin berpikir untuk memotong bagian pijakan standar tengah agar ukurannya lebih pendek. Namun, Endro tidak menyarankan langkah tersebut. Menurut dia, memotong bagian pijakan justru dapat membuat standar tengah lebih sulit digunakan. Selain itu, terdapat risiko keselamatan jika bagian yang dipotong menyisakan permukaan tajam. "Ya akan kesulitan pada saat memfungsikan standar tengah, dan bahaya bagian yang dipotong (menjadi) tajam, risiko kena kaki," ucap Endro. Kaum wanita, perhatikan cara menggunakan standar tengah motor Dengan demikian, tuas standar tengah yang terlihat lebih panjang pada motor matik modern sebenarnya memiliki fungsi. Desain tersebut berkaitan dengan kebutuhan menghasilkan gaya ungkit yang lebih ringan sekaligus menyesuaikan posisi mesin dan komponen lain di area bawah motor.