Video viral Honda Scoopy yang roda belakangnya terlepas saat melaju di jalan kembali menjadi pengingat penting bagi pemilik skutik. Insiden tersebut bukan sekadar kejadian langka, melainkan bisa berawal dari kebiasaan sepele yang sering diabaikan, salah satunya penggunaan baut atau mur roda yang tidak direkomendasikan pabrikan. Banyak pemilik motor tergoda menggunakan baut roda non-standar dengan alasan harga lebih murah atau kemudahan mendapatkan suku cadang. Ilustrasi baut roda motor Padahal, komponen kecil seperti baut dan mur roda memegang peran vital dalam keselamatan berkendara. Kesalahan memilih komponen ini bisa berujung fatal, terutama saat motor digunakan dalam kecepatan tertentu atau kondisi jalan yang tidak ideal. Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi, menegaskan bahwa penggunaan baut roda atau mur yang tidak standar termasuk penyebab utama roda bisa terlepas saat motor digunakan. Menurutnya, risiko dari komponen non-standar tidak bisa dianggap remeh. Ilustrasi baut roda motor “Penggunaan baut roda atau mur yang tidak standar sangat berisiko dan termasuk penyebab utama,” kata Wahyu, kepada Kompas.com (18/1/2026). Salah satu masalah terbesar dari baut atau mur non-standar terletak pada kualitas materialnya. Wahyu mengatakan bahwa baut atau mur yang tidak direkomendasikan pabrikan sering kali dibuat dari bahan berkualitas rendah, sehingga tidak cukup kuat menahan beban dan getaran saat motor melaju. Ilustrasi baut roda motor “Baut atau mur non-standar seringkali memiliki material yang kurang kuat, sehingga mudah patah saat menerima beban berat atau getaran tinggi,” ucap Wahyu. Selain material, persoalan presisi juga menjadi sorotan. Baut yang terlihat pas secara kasat mata belum tentu memiliki ukuran dan drat yang benar sesuai standar pabrikan. Ketidaksesuaian ini membuat mur tidak bisa mengunci roda dengan sempurna. “Ukuran dan drat tidak pas. Meskipun terlihat pas, mur yang tidak sesuai standar mungkin memiliki drat yang longgar atau tidak presisi. Hal ini menyebabkan mur tidak mampu mengunci roda dengan sempurna dan mudah slek atau kendor sendiri,” ujar Wahyu. Beragam jenis baut titanium di Digioto Masalah lain yang tak kalah penting adalah kemampuan baut menahan torsi pemasangan. Setiap pabrikan sudah menentukan standar kekencangan baut roda agar mampu menahan beban dan gaya putar roda secara aman. Namun, baut non-standar sering kali tidak dirancang untuk menahan torsi sesuai rekomendasi tersebut. “Torsi pemasangan juga jadi masalah. Mur yang tidak standar seringkali tidak bisa menahan torsi atau kekencangan yang direkomendasikan pabrikan,” kata dia. Ilustrasi servis motor Berkaca dari kasus Scoopy yang viral, Wahyu mengimbau pemilik motor agar tidak berspekulasi dengan komponen vital. Penggunaan baut dan mur roda orisinal atau OEM menjadi langkah paling aman untuk menjaga keselamatan, terutama pada roda belakang yang menanggung beban besar saat akselerasi dan pengereman. Insiden roda copot bukan hanya soal kerusakan kendaraan, tetapi juga ancaman serius bagi keselamatan pengendara dan pengguna jalan lain. Karena itu, memilih baut roda sesuai rekomendasi pabrikan bukan soal gaya atau penghematan, melainkan soal keamanan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang