Ketika oli mesin tidak diganti dalam waktu yang lama, pertanyaan yang sering muncul adalah apakah kondisi mesin masih bisa diselamatkan atau justru sudah telanjur mengalami kerusakan. Risiko ini semakin besar jika kendaraan tetap digunakan meski usia oli sudah melewati rekomendasi pabrikan hingga lebih dari satu tahun. Salah satu dampak yang kerap muncul akibat keterlambatan penggantian oli adalah terbentuknya sludge atau endapan lumpur oli di dalam mesin. Endapan tersebut dapat mengganggu proses pelumasan dan membuat kinerja mesin menurun. Kondisi Mesin Lung Lung, pemilik Dokter Mobil, mengatakan mesin yang telat ganti oli lebih dari setahun masih memiliki peluang untuk dipulihkan. Namun, tingkat keberhasilannya sangat bergantung pada kondisi internal mesin dan seberapa banyak sludge yang sudah terbentuk. "Kalau double flush dua kali ganti oli menurut saya lebih bagus untuk membuang oli lama sampai lebih bersih. Tapi kalau mau menghilangkan sludge, tetap butuh detergent atau bahan pembersih yang memang dirancang untuk membersihkan kerak oli di dalam mesin," kata Lung Lung kepada Kompas.com, belum lama ini. Menurut dia, penggunaan engine flush yang berkualitas umumnya lebih efektif untuk membantu membersihkan endapan dibanding hanya melakukan penggantian oli berulang. Sebab, produk tersebut mengandung zat pembersih yang dirancang untuk melarutkan kerak dan kotoran yang menempel pada komponen mesin. Ganti oli mesin mobil Meski demikian, Lung Lung mengingatkan agar pemilik kendaraan tidak sembarangan memilih produk pembersih mesin. Beberapa produk menggunakan bahan yang terlalu keras sehingga berpotensi memengaruhi karet seal dan komponen lain di dalam mesin. "Kalau pakai engine flush yang bagus, justru lebih aman untuk seal-seal mesin, ring piston, dan komponen lainnya. Memang harganya biasanya lebih mahal, tapi hasilnya juga lebih baik," ujarnya. Ia menjelaskan, pada kasus sludge yang sudah cukup parah, proses pembersihan biasanya tidak bisa dilakukan hanya sekali. Dibutuhkan beberapa kali penggantian oli dan pembersihan bertahap agar kondisi mesin kembali mendekati normal. "Saya pernah menemukan kasus yang berhasil membaik, tapi sampai tiga kali ganti oli baru hasilnya terasa. Jadi sebenarnya ini sudah masuk kategori gambling, karena kita juga tidak tahu seberapa parah kondisi di dalam mesin sebelum dibongkar," kata Lung Lung. Ia menyarankan pemilik kendaraan tetap mengikuti jadwal penggantian oli sesuai rekomendasi pabrikan. Langkah tersebut dinilai jauh lebih aman dibanding harus menghadapi risiko penumpukan sludge yang berpotensi memperpendek usia mesin. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang