Mengakali kerusakan rem ABS dengan cara downgrade atau menonaktifkan sistemnya kini jadi pilihan sebagian pemilik motor. Alasannya sederhana, biaya perbaikan atau penggantian modul ABS bisa mencapai jutaan rupiah, sehingga opsi ini dianggap lebih hemat. Namun, di balik penghematan tersebut, ada konsekuensi yang tak bisa dianggap sepele, terutama dari sisi keselamatan. Rem ABS pada motor. Dicky Nurjaman, pemilik bengkel Garasi Aicky Motor di Cibinong, mengatakan bahwa keputusan ini sepenuhnya kembali ke pemilik kendaraan. Tetapi, ia menegaskan adanya risiko besar. “Tapi kalau saya balik lagi sih tergantung konsumen ya. Paling yang saya tekankan bakal kehilangan fitur ABS itu. Jadi kalau di-downgrade sudah pasti bakal benar-benar jadi non-ABS,” ujar Dicky, kepada Kompas.com belum lama ini. Salah satu kelebihan downgrade ABS memang terletak pada biaya. Dengan metode ini, pemilik tidak perlu mengganti modul ABS yang mahal, terutama saat terjadi kerusakan. Ilustrasi rem ABS pada motor Menurut Dicky, prosesnya juga relatif lebih sederhana karena hanya menggunakan perangkat kelistrikan tambahan untuk memanipulasi sistem, tanpa mencopot modul asli. Namun, kekurangannya jauh lebih krusial. Fungsi utama ABS adalah mencegah roda terkunci saat pengereman mendadak. Tanpa sistem ini, risiko tergelincir atau jatuh meningkat, terutama di kondisi jalan licin atau saat pengereman mendadak. Ilustrasi indikator rem ABS motor yang menyala “Terus kalau yang sudah ada TCS (Traction Control System), sama, bakal hilang (fiturnya). TCS jadi enggak berfungsi, beda sama tipe ABS yang berfungsi,” ucap Dicky. “Soalnya kalau buat motor NMAX apalagi XMAX, kalau sampai di-downgrade itu ngeri banget sih, lebih ke kelistrikannya, balik ke safety juga,” kata dia. Hilangnya fitur tambahan seperti TCS menjadi kerugian lain. Pada motor dengan bobot besar seperti Yamaha NMAX dan Yamaha XMAX, sistem ini sangat membantu menjaga stabilitas saat berkendara. Ilustrasi servis rem ABS motor “Karena bobot motornya kan sudah lumayan ya. Kalau kita mengerem mendadak, apalagi yang suka touring dan segala macam. Jangankan yang touring, di jalan kota pun, kalau ngelos pasti bisa jatuh.” Dengan kata lain, downgrade ABS memang bisa menghemat biaya dalam jangka pendek, tetapi berisiko mengorbankan keselamatan. Bagi pengguna harian maupun pengendara jarak jauh, keputusan ini perlu dipertimbangkan matang-matang sebelum dilakukan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang