Tren fitur keselamatan pada sepeda motor matik (skutik) kelas menengah ke atas semakin meningkat. Saat ini, jajaran skutik Honda seperti PCX 160, ADV160, Stylo 160, hingga Vario 160 sudah dibekali dengan sistem pengereman Anti-lock Braking System (ABS). Fitur ABS berfungsi mencegah roda terkunci saat pengendara melakukan pengereman mendadak atau panic braking, sehingga motor tetap stabil dan mudah dikendalikan. Namun, karena sistemnya lebih kompleks dibanding rem cakram biasa, komponen ini memerlukan perhatian khusus. Lantas, bagaimana cara merawat sistem ABS agar tetap awet dan tidak mengalami gagal fungsi? Ilustrasi Honda ADV160 di diler motor Wahana Honda Aries Mandala, Kepala Bengkel AHASS Pelangi Prima Mandiri menjelaskan, pada dasarnya perawatan rem ABS hampir serupa dengan sistem pengereman konvensional, namun ada beberapa komponen tambahan yang wajib dipantau. "Sebenarnya sama saja. Cek minyak rem, piringan cakram, kampas rem, dan selang rem," ujar Aries kepada Kompas.com belum lama ini. Komponen Ekstra: Ring Pulser dan Modul Aries menambahkan, yang membedakan perawatan motor ABS adalah adanya komponen pembaca kecepatan roda dan otak dari sistem pengereman itu sendiri. Honda ADV 160 ABS RoadSync Pertama ada ring pulser, piringan logam berlubang yang menempel di pelek. Pastikan kebersihannya dari lumpur atau kotoran yang mengeras karena bisa mengganggu pembacaan sensor. Kedua yakni modul ABS, unit utama yang mengatur tekanan rem. Komponen ini sangat krusial dan harganya cukup mahal. Cara paling mudah untuk memantau kesehatan sistem ini adalah melalui panel instrumen atau spidometer. "Yang penting ketika motor jalan, sensor ABS-nya normal, ditandai dengan tidak adanya kedipan sensor ABS pada spidometer," ucap Aries. Tips Perawatan Berkala Untuk menjaga performa pengereman tetap optimal, Aries membagikan beberapa tips yang harus diperhatikan pemilik motor, pertama adalah rutin mengganti minyak rem. Jangan menunggu minyak rem berubah warna menjadi keruh. Aries menyarankan penggantian setiap satu tahun sekali atau saat motor sudah menempuh jarak tertentu. "Minyak rem diusahakan ganti setahun sekali atau 10.000 km sampai 15.000 km," katanya. Lalu perhatikan ketebalan kampas rem masih dalam batas aman. Selain itu, piringan cakram (disk) juga harus dijaga kebersihannya agar tidak menghambat kinerja sensor. Ketiga, perhatikan apakah ada indikasi kebocoran minyak atau kondisi selang yang mulai getas (retak-retak). Selang yang rusak dapat menyebabkan tekanan hidrolik ke modul ABS menjadi tidak stabil. Dengan perawatan yang rutin, risiko kerusakan pada modul ABS yang berharga jutaan rupiah bisa diminimalisir, dan keselamatan berkendara pun tetap terjaga. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang