Sistem pengereman Anti-lock Braking System (ABS) kini semakin banyak digunakan pada sepeda motor modern. Fitur keselamatan ini membantu mencegah roda terkunci saat pengereman mendadak, sehingga motor tetap lebih stabil dan mudah dikendalikan. Namun di balik kecanggihan teknologi tersebut, masih banyak pengguna motor yang kurang memperhatikan kondisi minyak rem. Kualitas minyak rem memiliki pengaruh besar terhadap performa sistem pengereman, termasuk ABS. Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi, mengatakan minyak rem memiliki fungsi penting dalam sistem pengereman hidrolik. Ilustrasi minyak rem sepeda motor Cairan tersebut bertugas mendorong kaliper agar kampas rem dapat menjepit cakram secara optimal. “Minyak rem perlu diganti secara berkala untuk mencegah kualitasnya memburuk dan memastikan kondisi pengereman tetap prima,” ujar Wahyu kepada Kompas.com, Senin (25/5/2026). Ia menjelaskan, penggantian minyak rem idealnya dilakukan setiap dua tahun atau setelah kendaraan menempuh jarak sekitar 24.000 kilometer. Pemeriksaan dan penggantian juga disarankan dilakukan di bengkel resmi agar penanganannya sesuai standar. Menurut Wahyu, salah satu dampak yang bisa muncul jika minyak rem jarang diganti adalah menurunnya kemampuan pengereman. Kondisi ini terjadi karena tekanan hidrolik tidak terbentuk secara maksimal. “Jika minyak rem jarang diganti atau habis, kendaraan bisa mengalami penurunan performa pengereman. Motor mungkin membutuhkan jarak berhenti lebih panjang,” katanya. Selain itu, minyak rem yang sudah lama digunakan juga rentan terkontaminasi air, kotoran, dan partikel lain. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat memicu korosi pada komponen sistem pengereman. Pada motor yang sudah menggunakan ABS, kondisi minyak rem menjadi semakin penting untuk diperhatikan. Sebab kualitas cairan rem yang menurun dapat memengaruhi kinerja sistem ABS saat bekerja dalam kondisi pengereman mendadak. “Pada kendaraan yang dilengkapi sistem ABS, kekurangan minyak rem dapat mempengaruhi kinerja sistem yang dirancang untuk mencegah roda terkunci,” ucap Wahyu. Pengendara disarankan tidak hanya fokus mengganti oli mesin, tetapi juga rutin memeriksa volume dan kualitas minyak rem. Sebab keselamatan berkendara sangat bergantung pada sistem pengereman yang bekerja dengan baik. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang