Sepeda motor yang mogok saat menerjang genangan banjir kerap membuat pengendara panik dan bertindak spontan. Namun, langkah yang keliru justru berpotensi memperparah kerusakan, bahkan menyebabkan mesin mengalami kerusakan berat. Dalam kondisi seperti ini, pengendara dituntut untuk tetap tenang dan memahami prosedur darurat yang tepat agar risiko kerugian bisa ditekan. Menurut Victor Assani, 2W Service Area Section Head PT Suzuki Indomobil Sales, hal paling penting yang harus dilakukan pengendara adalah tidak mencoba menyalakan ulang mesin motor setelah mogok di genangan air. “Yang jelas jangan sekali-kali menyalakan mesin karena berisiko terjadi water hammer. Kondisi ini bisa menyebabkan komponen internal mesin rusak parah akibat tekanan air yang masuk ke ruang bakar,” kata Victor kepada Kompas.com, Senin (12/1/2026). Victor menjelaskan, water hammer merupakan salah satu kerusakan paling fatal pada mesin motor yang terendam air. Saat air masuk ke silinder dan piston dipaksa bergerak, tekanan yang terjadi bisa membuat stang piston bengkok hingga menyebabkan mesin harus turun total. Jasa mengangkut motor dengan gerobak untuk menerobos banjir di kawasan Pluit, Jakarta Utara, Senin (12/1/2026) Langkah darurat berikutnya, pengendara disarankan segera memindahkan motor ke tempat yang lebih aman dan kering. Jika memungkinkan, motor didorong tanpa menyalakan mesin untuk menghindari risiko air semakin masuk ke bagian vital. Setelah itu, motor sebaiknya langsung dibawa ke bengkel resmi atau bengkel terpercaya untuk dilakukan pemeriksaan menyeluruh. Proses ini meliputi pengeringan komponen, pembersihan sistem kelistrikan, serta penetralan kontaminasi air pada oli dan bahan bakar. Victor juga menegaskan, meski motor terlihat masih bisa menyala setelah banjir, pemeriksaan tetap wajib dilakukan. Air yang bercampur dengan oli atau BBM dapat memicu karat dan keausan komponen dalam jangka panjang. “Kalau motor sudah sempat mogok karena banjir, jangan coba-coba ditangani sendiri tanpa pengetahuan yang cukup. Langkah cepat ke bengkel justru bisa mencegah kerusakan yang lebih besar dan biaya perbaikan yang membengkak,” ujarnya. Dengan memahami langkah darurat yang tepat, pengendara diharapkan tidak hanya menjaga kondisi sepeda motor tetap aman, tetapi juga menghindari risiko kerugian besar akibat kesalahan penanganan setelah menerjang banjir. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang