Motor yang terendam atau mogok setelah menerobos banjir tidak disarankan langsung dinyalakan kembali. Langkah penanganan yang keliru justru bisa memperparah kerusakan mesin. Hal itu dialami sejumlah pengendara di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Senin (12/1/2026). Beberapa sepeda motor mogok setelah nekat melintasi genangan yang tak kunjung surut sejak pagi hingga malam. Salah satunya Rifki (31), pengendara Honda Beat merah, yang mengaku salah memperkirakan tinggi air. Ia memilih melaju dari sisi kiri jalan untuk mendahului mobil karena mengira genangan tidak terlalu dalam. Ketinggian air ternyata mencapai sekitar 30 sentimeter. Rifki sempat berusaha menjaga putaran mesin agar air tidak masuk ke knalpot, tetapi motornya tetap mati. “Saya paksa gas terus biar air enggak masuk. Soalnya tingginya sudah sama. Eh malah mati, akhirnya dorong motor,” kata Rifki, dikutip dari , Senin (12/1/2026). Sejumlah pengendara yang motornya mogok saat menerobos banjir di Jalan Arjuna Selatan, Kemanggisan, Jakarta Barat pada Jumat (31/10/2025) malam. 2W Service Head PT Suzuki Indomobil Sales Indonesia (SIS) Victor Assani menjelaskan, motor yang terendam banjir sebaiknya tidak langsung dihidupkan kembali karena berisiko merusak berbagai komponen mesin. Namun, jika motor terpaksa harus segera digunakan dalam kondisi darurat, maka ada beberapa langkah awal yang bisa dilakukan. Pertama, motor perlu dievakuasi ke tempat yang aman dan kering. “Kemudian lakukan pengeringan dan dilap untuk komponen yang bisa ditangani sendiri, seperti busi, filter udara, dan knalpot,” ujar Victor. Khusus untuk knalpot, air bisa dikeluarkan dengan cara mengangkat roda depan setinggi mungkin agar air yang masuk dapat mengalir keluar. Meski demikian, Victor tetap menyarankan mesin dalam kondisi mati. “Lebih baik dituntun atau kalau bisa di-towing, lalu dibawa ke bengkel untuk ditangani,” kata dia. Dengan penanganan yang tepat sejak awal tidak hanya membantu mencegah kerusakan yang lebih parah, tetapi juga dapat menekan biaya perbaikan yang harus dikeluarkan pemilik kendaraan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang