Mobil hybrid tak didesain untuk menerjang banjir, meski memiliki perlindungan tahan air pada komponen kelistrikannya. Maka dari itu patut waspada ketika berkendara di Jakarta untuk saat ini. Banjir di Jakarta menjadi sorotan publik, lantaran membuat beberapa ruas jalan di Jakarta tergenang. Hal ini tentu menjadi hambatan mobilitas warga. Masyarakat perlu mengingat, bahwa mobil hybrid memiliki risiko lebih banyak terhadap banjir, berkat komponen yang lebih kompleks dari kedua sumber tenaga yang disematkan. Sujaka, Area Manager Area 3 dan Branch Manager Nasmoco Slamet Riyadi Solo mengatakan ada beberapa risiko ketika mobil hybrid dipaksa menerobos banjir. “Mobil hybrid kena banjir punya risiko, ada sistem lebih kompleks, maka dari itu sebisa mungkin dihindari atau bila tak memungkinkan, kesalahan bisa ditekan agar komponen rusak tidak semakin parah,” ucap Jaka kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Kesalahan pengguna mobil hybrid pada umumnya tidak memperhatikan kedalaman genangan air, padahal batas amannya hanya setengah roda atau tak sampai masuk ke dalam kabin. Banjir genangan yang terjadi di ruas Jalan DI Panjaitan Indramayu imbas curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Indramayu sejak pagi hari, Kamis (22/1/2026) “Bila lebih dari itu ada risiko sama seperti mobil konvensional, seperti air masuk ke ruang kabin membasahi perangkat elektronik, seperti module, baterai dan rangkaian kelistrikan hybrid,” ucap Jaka. Selain itu, mobil hybrid juga bisa mengalami water hammer, karena masih memiliki mesin bakar bila sampai ketinggian air masuk ke saluran masuk udara. “Bila kondisinya sudah terendam, konsumen tidak disarankan menghidupkan mobil agar tak terjadi korsleting kelistrikan atau water hammer di area mesin bakar, bila perlu terminal aki 12 volt bisa dilepas,” ucap Jaka. Banjir merendam Jalan Raya Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat pada Jumat (23/1/2026) pagi Mobil hybrid yang terendam air juga sebaiknya segera dievakuasi ke tempat kering agar kerusakan tak semakin parah. Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan pada umumnya mobil hybrid memiliki komponen tahan terhadap air sekitar IP67 atau IP68. “IP67 artinya, ketahanan komponen tersebut terhadap air mencapai kedalaman 1 meter dalam waktu 30 menit, semakin lama durasi atau semakin besar tekanan airnya, semakin berisiko,” ucap Jayan kepada KOMPAS.com, Senin (19/1/2026). Ilustrasi baterai mobil hybrid. Sebenarnya, mobil hybrid dibuat oleh pabrikan dengan format bukan untuk direndam. Maka dari itu banjir sebaiknya dihindari. “Kalaupun memang banjir datang karena faktor alam, sebisa mungkin pengguna bisa menekan risikonya, dengan tidak melakukan kesalahan dalam proses evakuasi,” tutup Jaka. Berikut daftar komponen utama mobil hybrid yang berisiko rusak ketika kena banjir: Inverter ECU Motor listrik Baterai hybrid Mesin bakar (ICE) Transmisi Audio Airbags Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang