Banyak pemilik mobil merasa bahwa membersihkan ruang mesin dengan semprotan air bertekanan tinggi adalah cara cepat dan praktis. Padahal, untuk mobil diesel modern yang sudah menggunakan sistem common rail, kebiasaan ini justru bisa berakibat fatal. Esa, pemilik bengkel Esa Diesel Specialist Common Rail, menjelaskan bahwa mobil diesel dengan sistem common rail memiliki jaringan elektrik dan sensor yang sangat sensitif. Berbeda dengan mesin diesel lama yang masih mekanis, common rail mengandalkan banyak sensor untuk membaca tekanan, aliran bahan bakar, hingga kerja injektor. “Mobil yang sistem common rail ini elektriknya agak berbahaya kalau kena tekanan air tinggi. Jadi untuk mobil-mobil baru ini tidak boleh disemprot pakai tekanan tinggi,” ujar Esa saat dihubungi Kompas.com, Kamis (4/12/2025). Isuzu Panther Grand Touring dan MU-X Menurutnya, menyemprot mesin dengan water pressure yang kuat berisiko membuat air masuk ke soket, celah kabel, atau sensor-sensor penting. Jika air berhasil menembus seal atau sambungan, maka kerusakannya bisa langsung terasa. “Kita sering terima mobil yang awalnya normal, tahu-tahu sensornya mati karena kemasukan air sehingga tidak bisa membaca sensor,” kata Esa. Secara desain, pabrikan sebenarnya sudah membekali mobil modern dengan penutup dan seal untuk melindungi area sensitif. Namun, Esa mengatakan bahwa perlindungan ini tidak selalu bisa diandalkan, terutama pada mobil yang sudah berusia atau pernah mengalami servis bongkar pasang. “Sebetulnya sudah ada pengaman, tetapi kalau mobil bekas biasanya mungkin ketika ada getaran ada kebocoran, atau lapisan dan plastiknya lepas,” ucapnya. Esa mencontohkan Isuzu Panther, salah satu mobil diesel lama yang dikenal tahan banting. Menurutnya, hal ini bukan karena Panther lebih kuat, tetapi karena sistemnya jauh lebih sederhana. “Kalau Panther kan sama sekali nggak ada sensor, masih pakai sistem lama menggunakan mekanis,” kata Esa. Tanpa sensor-sensor elektrik, risiko kerusakan akibat air tentu lebih kecil. Namun, ini tidak berarti Panther kebal air; hanya saja komponennya lebih sedikit yang bisa mati ketika terkena semprotan atau cipratan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang