Viral di media sosial pengendara mobil dengan pelat luar kota dipalak oleh sejumlah preman di Kecamatan Tanah Abang, Jakarta. Lantas apa sikap defensive driving yang bisa dilakukan jika menghadapi situasi semacam itu?Instruktur Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana menjelaskan, tindakan pemalakan oleh preman terhadap pengendara mobil biasanya situasional lantaran ada kesempatan."Mereka pilih-pilih korban, biasanya yang dari daerah, lagi bingung, jenis mobilnya yang umum/menengah ke bawah. Nah ketika terlihat memenuhi syarat sebagai korban, mereka pasti targetin. Jadi ini random aja," ungkap Sony kepada detikOto, Minggu (29/3/2026). Kata Sony, jika pengemudi mobil menghadapi situasi semacam itu, maka yang harus dilakukan adalah jangan melawan, tetap sopan, namun tetap sembari merekam buat barang bukti. Jangan sekali-kali melawan, karena bagaimanapun yang dihadapi adalah warga lokal sekitar."Tindakan yang paling rasional sih menerapkan defensive act, seperti mengalah, sopan, dan juga merekam," saran Sony."Memang ujung-ujungnya mereka minta duit. Kasih sesuai kemampuan dan laporkan jika tidak sesuai aturan. Melawan mereka tanpa tahu situasinya justru akan membuat kondisi lebih runyam, bahkan bisa berujung pengeroyokan oleh warga sekitar," tambah Sony.Diberitakan sebelumnya, terjadi aksi premanisme di Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, dengan modus memalak mobil 'pelat luar' sebesar. Padahal pengendara mobil itu hanya menepi sebentar untuk melihat aplikasi google maps sebelum melanjutkan perjalanan.Dalam video yang beredar, Sabtu (28/3/2025), pelaku kriminal berjumlah tiga orang dengan mengendarai satu sepeda motor menghampiri mobil berpelat luar Jakarta yang sedang berhenti untuk melihat peta digital.Terdengar, pelaku menawarkan jasa pengawalan supaya korban bisa melanjutkan perjalanan dengan aman. Pelaku dan korban terlibat adu mulut. Pelaku sempat mengambil kartu e-toll korban dan korban berusaha merebutnya kembali.Dimintai konfirmasi, Kapolsek Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo membenarkan peristiwa tersebut. Dhimas menjelaskan peristiwa terjadi pada Jumat (27/3) sore. Saat itu, korban sedang menepi di Jalan Kebon Kacang 12."Korban menepi untuk melihat maps (aplikasi) tiba-tiba diduga pelaku datang bertiga dengan mengendarai sepeda motor meminta uang rokok kepada korban," ujar Dhimas seperti dikutip dari detikNews.Korban sempat tidak memberikan uang kepada pelaku yang memalaknya. Karena tidak memberikan uang, pelaku kemudian menawarkan jasa pengawalan sebesar Rp 300 ribu."Namun oleh korban cuma di kasih Rp 100 ribu. Karena merasa kurang, akhirnya pelaku mengambil paksa kartu e-toll korban," ujarnya.Dhimas mengatakan pihaknya kini telah mengamankan dua pelaku. Pelaku adalah warga Tanah Abang. "Pelaku diamankan, dua orang inisial MN dan N, warga Kecamatan Tanah Abang. Diamankan ke Polsek Metro Tanah Abang," ujarnya.