SOLO, KOMPAS com - Melakukan perjalanan mudik jarak jauh menggunakan mobil tua masih memungkinkan, asalkan kondisi kendaraan benar-benar dipastikan dalam keadaan prima. Mobil yang usianya sudah cukup lama biasanya memiliki risiko keausan komponen lebih tinggi, sehingga pemeriksaan sebelum berangkat menjadi hal yang sangat penting untuk mencegah masalah di tengah perjalanan. Hari, pemilik bengkel mobil Juna Speed Klaten mengatakan sebelum perjalanan mudik jauh mobil tua perlu diperiksa pada bagian yang rentan sudah mulai rusak. “Pastikan mesin tidak mengalami kebocoran oli agar terhindar dari kehabisan oli di tengah perjalanan, pastikan juga mesin tidak mengeluarkan suara abnormal yang berpotensi ada keausan komponen,” ucap Hari kepada KOMPAS.com, Senin (9/3/2026). Oli mesin harus diganti jika sudah mendekati jadwal penggantian, karena oli yang sudah kotor dapat menurunkan kemampuan pelumasan dan meningkatkan suhu mesin saat perjalanan jauh. “Periksa sistem pendingin mesin secara menyeluruh, seperti kondisi radiator, selang radiator, dan cairan coolant. Pastikan tidak ada kebocoran serta volume cairan pendingin masih dalam batas cukup,” ucap Hari. Ilustrasi mudik pakai mobil tua Sistem pendingin yang bermasalah bisa membuat mesin lebih mudah mengalami overheat saat perjalanan jauh. Bagian berikutnya yang tidak kalah penting adalah sistem pengereman. Periksa ketebalan kampas rem, kondisi cakram atau tromol, serta volume minyak rem. “Rem yang sudah aus atau minyak rem kurang dapat mengurangi performa pengereman dan meningkatkan risiko kecelakaan,” ucap Hari. Ilustrasi ban mobil sudah aus Selanjutnya, pastikan ban tidak botak, tidak retak, dan memiliki tekanan udara sesuai dengan bobot muatan. Selain itu, periksa juga kondisi ban cadangan untuk mengantisipasi jika terjadi kebocoran di perjalanan. kaki mobil seperti shock absorber, bushing, dan ball joint juga sebaiknya diperiksa. Mobil tua sering mengalami keausan pada bagian kaki-kaki, yang bisa menyebabkan kendaraan terasa tidak stabil saat melaju di kecepatan tinggi atau saat melewati jalan bergelombang. Sistem kelistrikan mobil juga penting untuk diperhatikan. Pastikan aki masih dalam kondisi baik dan mampu menyuplai listrik secara stabil. Periksa juga lampu-lampu kendaraan, termasuk lampu utama, lampu rem, dan lampu sein agar tetap berfungsi dengan baik selama perjalanan. Ilustrasi drive belt pada mesin mobil “Periksa kondisi sabuk penggerak seperti fan belt atau drive belt. Komponen ini berperan penting dalam menggerakkan beberapa perangkat mesin seperti alternator dan pompa air. Jika kondisinya sudah retak atau aus, sebaiknya segera diganti sebelum berangkat,” ucap Hari. Jangan lupa mengecek sistem bahan bakar, termasuk filter bahan bakar dan selang-selangnya. Filter yang kotor dapat menghambat aliran bahan bakar ke mesin sehingga performa mobil menjadi tidak optimal. “Termasuk busi, filter BBM, filter udara bila kotor bisa dibersihkan atau diganti bila perlu,” ucap Hari. Kondisi Arus Lalulintas di Jalur Pantura Pamanukan ( Foto : KOMPAS.com / Ahya Nurdin) Terakhir, siapkan perlengkapan darurat seperti dongkrak, kunci roda, segitiga pengaman, serta alat dasar lainnya di bagasi. Dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan membawa perlengkapan yang diperlukan, perjalanan mudik menggunakan mobil tua tetap bisa dilakukan dengan lebih aman dan nyaman KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang