Impresi pertama melihat sosok terbaru Suzuki Satria Pro ternyata cukup campur aduk. Di satu sisi motor ini masih sangat terasa DNA Satria F150 lamanya, tapi di sisi lain Suzuki ternyata melakukan banyak sentuhan baru yang bikin tampilannya jadi jauh lebih modern dan agresif. Perubahan paling langsung terlihat ada di bagian depan. Kalau sebelumnya lampu sein menyatu dengan batok lampu utama, sekarang desainnya dibuat terpisah. Model seperti ini sebenarnya sudah lebih dulu dipakai di beberapa negara luar karena aturan lampu sein memang harus dipisahkan dari lampu utama. Test ride Suzuki Satria Pro Namun yang paling beda tentu saja lampu utamanya. Bentuknya lebih lebar dan agak “pesek”. Awalnya saya sempat kurang sreg karena di foto bocoran desainnya terlihat aneh dan tidak proporsional. Tapi setelah lihat langsung ternyata jauh lebih oke. Memang secara pribadi saya masih merasa desain lampu ini akan lebih keren kalau dibuat sedikit lebih lancip supaya lebih sporty. Tapi setidaknya tampilannya sekarang terasa segar dan berbeda dari generasi sebelumnya. Lampu depan sudah full LED dengan tiga kluster. Bagian atas untuk DRL, sementara bawah untuk lampu jauh dan dekat. Test ride Suzuki Satria Pro Area batoknya juga dibuat lebih ramping, meski garis desain sampingnya masih mempertahankan ciri khas Satria lama. Yang agak disayangkan, lampu sein depan ternyata masih pakai bohlam biasa, belum LED. Turun ke area kaki-kaki, secara umum desainnya masih mempertahankan karakter ayam jago khas Satria. Suspensi depan teleskopik panjang masih dipertahankan, begitu juga pelek model palang Y yang sudah ada sejak Satria F150 CBU tahun 2004. Namun ada satu upgrade penting di versi Pro, yakni ABS. Akhirnya Suzuki menyematkan fitur ini di Satria. Speed sensor terlihat jelas di roda depan dan rem cakramnya juga sekarang model bergelombang yang bikin tampilannya makin sporty. Test ride Suzuki Satria Pro Masuk ke area kokpit, saya justru paling suka perubahan di spidometernya. Desain panel instrumennya sekarang benar-benar baru. Saat melihat ke belakang, desain bodinya tetap ramping khas Satria. Jok masih tipis dan sporty, sementara lampu belakang sekarang full merah karena lampu sein dipisah di sisi samping. Yang paling mengejutkan justru bagian behel belakang. Ternyata sekarang berbahan plastik, mirip motor skutik. Kemungkinan besar ini dilakukan demi memangkas bobot. Test ride Suzuki Satria Pro Secara keseluruhan, Suzuki Satria Pro memang bukan motor yang berubah total. Tapi sentuhan-sentuhan baru di desain, fitur modern, sampai teknologi konektivitas bikin motor ini terasa lebih relevan buat zaman sekarang. Dan buat saya pribadi, perubahan terbesar Satria Pro justru bukan soal performa, melainkan bagaimana Suzuki mencoba membuat motor ayam jago ini terlihat lebih modern tanpa menghilangkan identitas khasnya. Test ride Suzuki Satria Pro Kelebihan: desain lebih modern dengan lampu sein terpisah, ada sentuhan winglet di area depan dan shroud yang memberi kesan lebih sporty, desain spidometer lebih futuristis, ada bagasi kecil khas Satria yang bikin lebih praktis Kekurangan: desain lampu depan baru terasa terlalu “pesek” dan kurang tajam untuk motor sporty, lampu sein masih menggunakan bohlam biasa, pelek dan desain roda nyaris tidak berubah sejak model lama, behel belakang berbahan plastik KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang