Perjalanan mudik identik dengan waktu tempuh yang panjang, bahkan bisa mencapai berjam-jam tanpa henti. Dalam kondisi ini, kualitas udara di dalam kabin mobil perlu mendapat perhatian khusus. Founder Jakarta Defensive Driving Consulting Jusri Pulubuhu mengatakan, penggunaan AC terus-menerus tanpa sirkulasi udara segar bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Terlebih jika perjalanan dilakukan hingga enam jam tanpa jeda. Jusri menjelaskan, udara yang hanya berputar di dalam kabin tanpa adanya asupan dari luar dapat menurunkan kualitas oksigen. Kondisi ini bisa memicu rasa tidak nyaman hingga kelelahan selama perjalanan. Mematikan AC mobil saat ngebut Karena itu, pengemudi disarankan untuk sesekali berhenti dan beristirahat sekaligus mendapatkan udara segar. Alternatif lainnya, membuka jendela secara berkala untuk membantu sirkulasi udara di dalam mobil. “Sering-sering memberikan udara fresh dengan cara menurunkan kaca-kaca pintu untuk mendapatkan sirkulasi udara,” kata Jusri kepada Kompas.com, Kamis (19/3/2026). Namun, ia mengingatkan pengaturan udara dari luar sebaiknya dilakukan dalam kondisi tertentu. Misalnya saat kendaraan melaju di atas 60 kpj, sehingga risiko polusi dari kendaraan lain bisa diminimalkan. Sebaliknya, saat kondisi lalu lintas padat atau stop & go, pengemudi sebaiknya tetap menggunakan mode sirkulasi dalam. Hal ini untuk menghindari masuknya asap knalpot dari kendaraan lain yang bisa membuat kabin menjadi pengap. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang