Setelah dipakai menempuh perjalanan jauh saat mudik dan arus balik Lebaran, kondisi ban tidak boleh luput dari perhatian. Beban kerja ban meningkat drastis selama perjalanan panjang, mulai dari panas berlebih, tekanan tinggi, hingga melintasi berbagai kondisi jalan. Salah satu masalah yang kerap muncul namun sering diabaikan adalah retak halus pada dinding ban. Menurut Fachrul Rozi, Product Marketing Manager Michelin Indonesia, retak halus pada ban tidak boleh dianggap sepele karena bisa menjadi tanda awal penurunan kualitas material. "Retakan kecil di permukaan ban biasanya muncul akibat kombinasi panas, usia pakai, dan tekanan yang tidak ideal selama perjalanan jauh. Ini bisa berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius jika tidak ditangani," kata Rozi kepada Kompas.com, Rabu (25/3/2026). Ia menjelaskan, selama perjalanan jarak jauh seperti mudik, ban bekerja dalam suhu tinggi dalam waktu lama. Kondisi ini dapat mempercepat proses penuaan karet, terutama jika tekanan angin tidak sesuai atau mobil membawa beban berlebih. Ilustrasi ban. Selain itu, paparan sinar matahari dan perubahan suhu ekstrem juga berkontribusi terhadap munculnya retak halus. Ban yang sudah berumur lebih dari tiga tahun cenderung lebih rentan mengalami kondisi ini, meskipun ketebalan tapaknya masih terlihat baik. Rozi menyarankan agar pemilik kendaraan melakukan inspeksi visual secara menyeluruh setelah perjalanan jauh. Perhatikan bagian dinding ban (sidewall), karena retakan halus sering muncul di area tersebut dan tidak selalu terlihat dari atas. Jika ditemukan retakan, sebaiknya segera konsultasikan ke bengkel atau ahli ban. Dalam beberapa kasus, ban masih bisa digunakan jika retakan sangat ringan, namun jika sudah cukup banyak atau dalam, penggantian menjadi langkah paling aman. Sebagai langkah pencegahan, pengemudi juga disarankan rutin menjaga tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan, menghindari beban berlebih, serta melakukan rotasi ban secara berkala. Dengan begitu, risiko kerusakan seperti retak halus bisa diminimalkan dan keselamatan berkendara tetap terjaga. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang