JAKARTA, KOMPAS.com – Saat membeli mobil bekas, banyak orang fokus pada kondisi mesin dan kaki-kaki. Padahal riwayat cat bodi juga tak kalah penting untuk diperiksa. Ketebalan cat bisa menjadi petunjuk apakah mobil pernah mengalami perbaikan bodi, termasuk bekas tabrakan atau sekadar repaint ringan. Cat mobil mengelupas karena karat dari dalam Pemilik jasa inspeksi kendaraan PT Inspector Indonesia Expert, Lukman Hakim, menjelaskan bahwa ketebalan cat tidak bisa disamaratakan untuk semua mobil. “Kalau saya membuat SOP, ketebalan cat normal itu bukanlah angka template yang bisa dijadikan patokan untuk semua panel di setiap mobil. Tentu berbeda-beda," ujar Hakim kepada Kompas.com, Selasa (24/2/2026). "Mobil Jepang umumnya normal di angka sekitar 0,13 mm, tetapi ada juga yang kurang atau lebih dari itu, tergantung merek dan modelnya. Sementara mobil Eropa dan China biasanya normalnya di bawah angka tersebut," ujarnya. Untuk memastikan ketebalan cat, pemeriksaan harus menggunakan alat khusus bernama coating test, atau dikenal juga sebagai paint thickness gauge. "Untuk membaca ketebalan cat wajib menggunakan alat coating test. Bukan diketok-ketok pakai feeling saja, karena itu tidak akurat,” ujar Hakim. Alat ini bekerja dengan sensor magnetik atau ultrasonik, yakni dengan ditempelkan ke permukaan bodi mobil, lalu akan muncul angka ketebalan cat di layar digital. Cat mobil terkelupas dan mika menguning karena terpapar panas matahari Metode ini jauh lebih akurat dibanding sekadar mengetuk bodi mobil menggunakan tangan untuk menilai adanya dempul. Dengan coating test, hasilnya terukur dan objektif. Hakim menjelaskan, secara umum, cat bawaan pabrik memiliki ketebalan yang relatif merata di seluruh panel bodi. Jika hasil pengukuran menunjukkan angka normal dan konsisten antar panel, besar kemungkinan mobil belum pernah dicat ulang. Pengecekan ketebalan cat mobil bekas penting dilakukan untuk memastikan kondisi bodi tetap orisinal dan bebas perbaikan tersembunyi. Sebaliknya, jika satu panel memiliki ketebalan jauh lebih tinggi dibanding panel lain, itu bisa menjadi indikasi pernah dilakukan dempul dan repaint. Penambahan lapisan dempul membuat hasil pengukuran menjadi lebih tebal dari standar pabrik. Sementara jika ketebalan terlalu tipis atau angkanya tidak konsisten antar panel, maka patut dicurigai pernah dilakukan pengamplasan ulang atau perbaikan tertentu. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang