Isu bahwa mobil listrik bisa mogok akibat gangguan medan magnet di atas rel kereta sering beredar di masyarakat. Namun, secara teknis hal tersebut tidak benar dalam kondisi normal. Mobil listrik dirancang dengan sistem elektronik yang sudah memenuhi standar electromagnetic compatibility (EMC). Artinya, kendaraan mampu beroperasi tanpa terganggu oleh medan elektromagnetik dari lingkungan sekitar. Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan rel kereta, baik yang menggunakan listrik maupun tidak, tidak menghasilkan medan magnet yang cukup kuat untuk mempengaruhi sistem kendaraan. Bahkan pada jalur kereta listrik, arus utama berada di kabel atas dan terisolasi dengan baik. “Medan elektromagnetik dari sistem kereta listrik memang ada, tetapi intensitasnya kecil dan tidak menyebar secara signifikan ke permukaan jalan,” ucap Jayan kepada KOMPAS.com, Rabu (29/4/2026). Karena itu, medan magnet yang ada tidak cukup kuat untuk mengganggu mobil, termasuk mobil listrik. Sejumlah warga menyaksikan badan taksi daring pasca kecelakaan di jalur kereta sekitar Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026). Tampak mobil tersebut belum dievakuasi. Mitos ini kemungkinan muncul dari kejadian kendaraan yang mogok di perlintasan rel. Banyak orang kemudian mengaitkannya dengan faktor eksternal seperti medan magnet, padahal penyebabnya berbeda. Faktanya, kendaraan mogok di rel kereta lebih sering disebabkan oleh masalah internal. Pada mobil konvensional, penyebab umum meliputi mesin mati, bahan bakar habis, atau aki lemah. “Pada mobil listrik, mogok bisa terjadi jika baterai habis atau terjadi gangguan pada sistem kelistrikan internal. Namun, hal ini tidak ada kaitannya dengan rel kereta,” ucap Jayan. Kondisi taksi daring pasca kecelakan di jalur kereta sekitar Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026). Tampak mobil tersebut belum dievakuasi. Faktor lain yang sering terjadi adalah kesalahan pengemudi, terutama pada mobil manual. Salah mengatur kopling atau panik saat berhenti di rel bisa membuat kendaraan mati mendadak. Perlintasan rel juga merupakan titik di mana kendaraan sering berhenti atau melambat. Kondisi ini meningkatkan kemungkinan kendaraan bermasalah terlihat sering terjadi di lokasi tersebut. “Sebaiknya saat melintasi rel kereta, pastikan di depan ada ruang satu mobil setelah rel untuk kita, baru menyeberang, tapi kebanyakan kan mepet, kuncinya sabar,” ucap Jayan. Kesimpulannya, tidak ada bukti ilmiah bahwa medan magnet di rel kereta dapat menyebabkan mobil listrik mogok. Kejadian mogok lebih disebabkan oleh kondisi kendaraan atau kesalahan penggunaan, bukan faktor dari rel itu sendiri. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang