Kecelakaan kereta di Bekasi diduga dipicu adanya temperan taksi Green SM di atas rel kereta. Kenapa seringkali ada kendaraan mogok di atas rel kereta?Kereta Argo Bromo Anggrek menabrak KRL Commuter Line yang tengah berhenti di stasiun Bekasi Timur. KRL yang ditabrak itu berhenti lantaran di depannya ada kereta yang tertemper taksi Green SM. Dalam video yang beredar, terlihat taksi Green SM berkelir hijau itu tengah berhenti di atas rel dan kemudian dihantam oleh kereta. Insiden kereta temperan dengan taksi itu diduga jadi bikin sistem kereta terganggu. "Kejadian ini di jam 9 kurang, dimulai dengan adanya temperan taksi hijau, di JPL 85. Ini yang kami curigai membuat sistem perkeretaapian di daerah emplasemen Stasiun Bekasi Timur ini agak terganggu, sementara itu kronologinya," ujar Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin dikutip detikFinance.Pihak KAI masih mencari tahu detail penyebab kecelakaan kereta ini. Adapun, tabrakan antara taksi dan KRL juga belum diketahui penyebabnya. Namun ini bukan kali pertama ada kendaraan berhenti di atas rel kereta dan memicu terjadinya kecelakaan fatal. Tapi kenapa mobil bisa tiba-tiba mati saat berada di atas rel kereta api?Menurut Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian LIPI (Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia), sebagaimana dikutip dari laman Daihatsu, di rel kereta terdapat emisi elektromagnetik. Artinya ada kabel penghantar arus listrik yang terpasang. Kabel tersebut dikatakan tidak kompatibel dengan mesin mobil.Terlebih jika kereta api hendak melintas di jarak 600 meter, arus listrik tersebut akan menghantarkan medan magnet yang tinggi. Medan magnet tersebut bakal membuat mesin mobil mati di rel kereta api. ketika ada arus listrik yang mengalir pada rel kereta bersentuhan dengan benda elektromagnetik yang tidak kompatibel, maka berpotensi menghasilkan emisi di atas ambang batas. Paparan dari emisi tersebut yang membuat sistem kelistrikan benda lain mati. Dalam hal ini Electronic Control Unit (ECU) yang menjadi penggerak utama mobil berhenti bekerja, akhirnya mobil macet di tengah rel.Sementara menurut penjelasan PT KAI (Kereta Api Indonesia), mesin mobil tiba-tiba mati di atas rel kereta api bisa disebabkan oleh medan magnet yang dihantarkan dinamo lokomotif ke rel kereta api, dalam radius satu kilometer. Itulah alasannya petugas menutup palang pintu, bahkan ketika kereta belum terlihat. Hal itu bisa terjadi karena pengendara mobil tidak memindahkan gigi mesin ke putaran yang lebih rendah, maka putaran mesin dinamo dan koil bisa mati akibat medan magnet dari lokomotif.Adapun saat melintasi rel kereta api, pengemudi memang harus ekstra waspada. Pastikan berhenti ketika sinyal sudah mulai berbunyi dan palang pintu sudah mulai ditutup. Dahulukan kereta api melintas. Bagi yang melanggar tentu ada sanksinya seperti tertuang dalam Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 296. Dalam pasal itu disebutkan denda paling banyak Rp 750 ribu atau pidana kurungan paling lama 3 bulan.