Taksi hijau asal Vietnam, Green SM disebut-sebut menjadi pemicu awal kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dan kereta commuter line (KRL) di Bekasi Timur, Jawa Barat. Kendaraan tersebut, menurut polisi, mengalami korsleting sebelum akhirnya mogok dan tertemper rangkaian kereta.Peneliti National Center for Sustainable Transportation Technology Institut Teknologi Bandung (NCSTT ITB) Agus Purwadi, punya analisis pribadi mengenai insiden tersebut. Menurut dia, ada kemungkinan perangkat elektronik di kendaraan mengalami masalah karena medan magnet yang kuat. "Mobil listrik/ICE sekarang sistem pengaturannya menggunakan perangkat kendali elektronik PCU (Power Control Unit)/VCU (Vehicle Control Unit)/ECU (Engine Control Unit) yang bisa terpengaruh oleh adanya medan magnet kuat dari arus listrik yang mengalir di aliran atas dan juga relnya," ujar Agus kepada detikOto."Oleh sebab itu, maka untuk mobil listrik di UNR 100 dan motor listrik UNR 136 ada pengujian terkait EMC untuk sistem kontrolnya (Electro Magnetic Compatibility) agar sistem kontrolnya tidak mengganggu/terganggu dengan medan elektromagnetik pada ambang kondisi tertentu yang dipersyaratkan," tambahnya.Sebuah taksi berwarna hijau terlihat rusak parah di lokasi kecelakaan kereta. Insiden tersebut terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selalsa (28/4/2026). Foto: Nasywa Fauziah/detikFotoMeski demikian, Agus mengingatkan, pengemudi mobil listrik tak perlu khawatir saat hendak melintasi perlintasan kereta. Asalkan, kata dia, pastikan posisi kereta masih benar-benar jauh. Selain meminimalisir pengaruh medan magnet, kondisi tersebut juga membuat pengemudi jauh lebih aman."Agar lebih aman maka jaga jarak aman dari lintasan rel kereta dan pastikan jangan memaksakan lewat di atas rel bila diketahui akan ada kereta listrik yang segera lewat," tuturnya."Ke depannya untuk meminimalisasi pengaruh medan elektromagnetik maka memang untuk jalur Kereta listrik sebaiknya diupayakan tidak ada perlintasan yang sebidang," kata dia menambahkan.Diberitakan sebelumnya, polisi mengungkap penyebab taksi Green SM berhenti di perlintasan KA Bekasi Timur hingga berujung tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL. Polisi menyebut taksi tersebut mengalami masalah kelistrikan."Kecelakaan ini diakibatkan dari korsleting atau permasalahan elektrik dari kendaraan taksi roda empat elektrik. Di mana tepat permasalahan itu terjadi di perlintasan Ampera, perlintasan rel kereta api di Ampera," kata Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri Kompol Sandhi Wiedyanoe.Sandhi mengatakan peristiwa itu mengganggu perjalanan KRL lainnya dari arah berlawanan. Saat KRL lain masih tertahan di Stasiun Bekasi Timur, datang KA Argo Bromo Anggrek dengan kecepatan tinggi hingga berujung menabrak KRL.