Servis mobil umumnya membawa manfaat, tapi bila tak dilakukan dengan benar bisa membawa masalah. Seperti kebiasaan servis hanya dengan ganti oli untuk menekan biaya pengeluaran. Padahal, saat servis mobil bukan hanya sistem pelumasan saja yang perlu diperhatikan untuk menjaga performa, keawetan komponen dan kenyamanan penumpang. Khusus untuk mobil yang akan digunakan mudik Lebaran, ada kemungkinan mobil akan dipakai dalam waktu lama dan lebih sering, maka dari itu performa mobil keseluruhan harus diperhatikan. Hardi Wibowo, Pemilik Aha Motor Yogyakarta mengatakan anggapan servis mobil rutin cukup dengan ganti oli dan saringannya saja tidaklah tepat. “Selain sistem pelumasan, mobil juga memiliki sistem lain yang bila tidak dirawat bisa mengalami penurunan performa bahkan sampai mogok, salah satunya mobil perlu rutin tune up,” ucap Hardi kepada KOMPAS.com, Sabtu (28/2/2026). Tune up merupakan salah satu rangkaian perawatan yang berfokus pada bagian mesin, terlepas dari penggantian oli mesin dan filter. Ilustrasi servis mobil Hyundai di Hyundai Gowa Komponen penunjang performa mesin tersebut perlu diperiksa kondisinya seperti apa, apakah bisa dibersihkan saja untuk digunakan kembali atau harus diganti. “Mobil bisa mogok misal filter udara sangat kotor, hal ini membuat suplai udara terhambat sehingga jumlah udara tak cukup untuk mesin melakukan proses pembakaran, masalah lain busi aus, itu juga bisa bikin mobil mogok,” ucap Hardi. Masih ada banyak komponen lain yang perlu diperiksa seperti aki, kelistrikan, dan sebagainya. Belum lagi bicara faktor keselamatan seperti rem, kaki-kaki, dan air bags. Ilustrasi AC mobil “Saat perjalanan jauh, penumpang juga membutuhkan kenyamanan, maka perlu juga memastikan sistem AC bekerja normal, jadi ada banyak perawatan mobil, bisa disesuaikan dengan kebutuhan,” ucap Hardi. Sehingga, menurut Hardi servis mobil tidak cukup bila hanya melakukan penggantian oli mesin dan filternya saja karena bagian lainnya juga membutuhkan perawatan guna menjaga performa. Meski demikian, bukan tak mungkin bahwa mobil memang hanya cukup membutuhkan ganti oli saja pada periode perawatan tertentu. Plaza Auto Kebon Jeruk, Jakarta. Abdul Fadhol, Service Advisor Mini Cooper Kebon Jeruk, Jakarta mengatakan perawatan mobil bisa berbeda satu unit dengan unit lainnya. “Perawatan Mini Cooper lebih fleksibel waktunya, tergantung dengan kebiasaan berkendara penggunanya,” ucap Fadhol kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Kendati setiap unit Mini Cooper memiliki kebutuhan perawatan berbeda-beda, setiap konsumen tetap bisa mengontrol performa mobil dengan mengetahui kapan harus perawatan. “Caranya, setiap pemilik Mini Cooper bisa memindai kunci untuk mengetahui apakah unit yang digunakan sudah waktunya perawatan atau belum, jadi kuncinya bisa menyimpan memori dari kebiasaan penggunanya,” ucap Fadhol. Beberapa komponen fast moving seperti busi, oli, saringan udara, minyak rem dan filter kabin bisa terdeteksi sudah mengalami penurunan performa atau belum, dengan hanya melakukan pemindaian kunci. “Jadi boleh saja misal dalam suatu periode konsumen minta ganti oli saja, tapi bukan berarti perawatan lainnya boleh diabaikan,” ucap Fadhol. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang