Ada kejadian unik di tengah arus mudik di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali). Sebuah mobil pemudik yang mengalami mogok terpaksa dievakuasi dengan cara yang tak biasa: di-stut menggunakan sepeda motor gede oleh petugas kepolisian.Momen ini terekam dan diunggah oleh akun Instagram resmi Satlantas Polres Purwakarta, Sabtu (21/3/2026). Dalam video tersebut, terlihat sebuah mobil melaju perlahan di lajur kiri, sementara seorang polantas yang menunggangi motor gede (moge) dinas sibuk mendorong mobil tersebut menggunakan kaki kanannya alias di-stut. Tak tanggung-tanggung, aksi 'kaki besi' ini dilakukan sang polisi sejauh lebih dari 3 kilometer hingga mobil berhasil keluar dari ruas jalan tol."Terima kasih ya sudah bantuin kita, buat nyetutin mobil dari ada tiga kilo atau empat kilo," ujar pemudik tersebut penuh syukur saat berhasil mencapai area aman.Teknik stut biasanya lazim ditemukan antar sesama pengendara motor. Namun, mendorong mobil dengan satu kaki sambil menyeimbangkan motor berkapasitas mesin besar tentu punya tingkat kesulitan yang jauh lebih tinggi. Polisi tersebut terlihat memijakkan kakinya di area bumper kanan belakang mobil sebagai tumpuan.Setiba di luar tol, petugas langsung mencoba membantu memperbaiki mobil pemudik ini. Pemudik pun kemudian mengucapkan terima kasih kepada polisi.Meski terlihat simpel, aksi ini membutuhkan stabilitas motor agar tidak limbung saat menyalurkan tenaga dorong. Kaki bertindak sebagai 'tongkat' penyambung tenaga antara mesin moge dan bodi mobil yang berat.Penggunaan moge sangat krusial di sini. Torsi besar membantu momentum awal saat mobil masih diam hingga bisa menggelinding lancar.Meski aksi ini menuai pujian karena membantu pemudik yang kesulitan, dari sisi safety driving, teknik stut sebenarnya sangat tidak disarankan untuk masyarakat umum, apalagi jika objek yang didorong adalah mobil.Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengingatkan bahwa risiko kehilangan kendali sangatlah besar."Saat mendorong motor (atau mobil) dengan satu kaki itu gampang sekali hilang keseimbangan, menuju hilang kendali dan berpotensi kecelakaan," tegas Jusri, beberapa waktu yang lalu.