Sopir taksi hijau yang terlibat kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur, Jawa Barat, ternyata baru kerja tiga hari sebelum kejadian. Bahkan, dia hanya mendapat pelatihan sehari dari Green SM sebelum benar-benar turun ke lapangan.Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, sopir taksi hijau hanya mendapat pembekalan dasar selama satu hari pelatihan di Green SM. Pembekalan tersebut meliputi cara menyalakan-mematikan mobil listrik, cara menghidupkan sein dan cara memarkir kendaraan. "Jadi terkait tentang bagaimana mengendarai, cara menghidupkan kendaraan tersebut, ini baru pengenalan dasar itu dilakukan satu hari. Nah, bagaimana menyalakan, mematikan mobil serta cara lampu sein, parkir dan lain-lain," ujar Budi Hermanto, dikutip dari detikNews, Sabtu (1/5).Sebuah taksi berwarna hijau terlihat rusak parah di lokasi kecelakaan kereta. Insiden tersebut terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selalsa (28/4/2026). Foto: Nasywa Fauziah/detikFotoMenurut Budi, sopir taksi hijau tersebut baru mulai kerja di Green SM sejak 25 April 2026. Sementara kecelakaan kereta terjadi pada 28 April atau tiga hari setelahnya. Maka, bisa disimpulkan, jam terbang pengemudi di perusahaan terkait masih sangat singkat."Dari hasil pemeriksaan, yang bersangkutan baru bekerja sejak 25 April 2026. Jadi baru beberapa hari setelah kejadian," ungkapnya.Lebih jauh, Budi memastikan, status sopir taksi hijau tersebut masih sebagai saksi. Penyidik terus mendalami berbagai keterangan serta alat bukti sebelum menentukan ada tidaknya unsur pidana dalam kasus tersebut."Jadi status yang bersangkutan dalam saat ini prosesnya masih sebagai saksi," tuturnya.Selain memeriksa sopir, polisi juga tengah menelusuri sistem perekrutan dan standar operasional perusahaan taksi online terkait. Hal ini untuk mengetahui apakah terdapat kelalaian dalam proses seleksi maupun pelatihan pengemudi.Di sisi lain, penyidik juga menggandeng Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri untuk mengkaji kemungkinan adanya faktor teknis, termasuk gangguan sistem kelistrikan atau sinyal di lokasi kejadian."Semua masih dalam proses pendalaman. Nanti akan kami sampaikan perkembangan lebih lanjut," kata dia.