Viral seorang pria menganiaya sopir taksi online. Pelaku diketahui oknum prajurit TNI AD. Kejadian bermula dari senggolan kendaraan di jalan.Video penganiayaan itu viral di media sosial. Terlihat pelaku menganiaya korban, menendang, memukul, hingga membanting ke tanah.Dalam video juga terlihat tangan sopir taksi online itu diborgol. Pelaku sempat menodongkan benda seperti pistol. Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono membenarkan pria yang menganiaya driver taksi online tersebut merupakan prajurit TNI AD. Peristiwa terjadi pada Minggu (1/3) yang lalu.Dia menjelaskan erselisihan terjadi karena senggolan kendaraan. Donny menyebut benda yang sempat ditodongkan pelaku itu merupakan pistol mainan berbahan kayu."Saat ini oknum prajurit yang terlibat sudah diamankan dan sedang diperiksa oleh Denpom Jaya/1 Tangerang. Kami pastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pendalaman kronologi, pemeriksaan saksi, dan pengumpulan barang bukti," kata Donny dalam keterangannya, Rabu (4/3) dikutip dari detikNews.Saat ini, oknum prajurit TNI AD yang terlibat masih menjalani pemeriksaan. Donny menegaskan prajurit TNI AD akan diproses hukum dan diberi sanksi tegas jika terbukti bersalah."Apabila terbukti melakukan pelanggaran, yang bersangkutan akan diproses tegas sesuai hukum dan disiplin militer. TNI AD berkomitmen untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat serta profesionalisme prajurit melalui mekanisme penegakan hukum yang transparan dan akuntabel," jelasnya.Cekcok mulut hingga diduga terjadi pemukulan itu merupakan aksi road rage yang tidak patut ketika berkendara.Di sisi lain road rage merupakan bentuk impulsif, perilaku spontan tanpa pertimbangan yang matang. Efeknya justru bisa merugikan banyak pihak."Situasi di jalan raya itu bisa saja memancing seseorang berperilaku impulsif. Perilaku impulsif itu bisa timbul karena stres bawaan sebelum kejadian misalnya stres karena pekerjaan, ataupun stres yang baru berlangsung akibat situasi jalan raya tersebut, misalnya karena kemacetan atau karena perilaku pengguna jalan lain," kata Pakar keselamatan berkendara yang juga instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu.Menurut Praktisi Keselamatan Berkendara, Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana, perilaku road rage selalu muncul di jalan lantaran pengendara tidak mampu mengendalikan emosinya dengan baik."Road Rage ini selalu ada di jalan raya dan tidak pernah hilang karena itu bagian dari ketidakmampuan sebagian dari mereka dalam me-manage emosi dan egonya," jelas Sony.