Polisi mengungkap fakta baru mengenai kecelakaan tragis yang melibatkan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur, Jawa Barat. Menurut mereka, sopir taksi Green SM yang terlibat dalam kejadian tersebut hanya mendapat pelatihan selama sehari!Hal tersebut disampaikan langsung Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto. Kata dia, pengemudi taksi hijau tersebut hanya menjalani pelatihan singkat selama satu hari. Pelatihan itu mencakup pengenalan dasar kendaraan, seperti cara menyalakan dan mematikan mobil serta penggunaan fitur sederhana. "Jadi terkait tentang bagaimana mengendarai, cara menghidupkan kendaraan tersebut, ini baru pengenalan dasar itu dilakukan satu hari. Nah, bagaimana menyalakan, mematikan mobil serta cara lampu sein, parkir dan lain-lain," ujar Budi Hermanto, dikutip dari detikNews, Sabtu (1/5).Sebuah taksi berwarna hijau terlihat rusak parah di lokasi kecelakaan kereta. Insiden tersebut terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selalsa (28/4/2026). Foto: Nasywa Fauziah/detikFotoMenariknya lagi, sopir taksi hijau tersebut baru bekerja selama tiga hari sebelum mengalami kecelakaan di Bekasi. Dia baru mulai bekerja pada 25 April, sementara kejadian berlangsung pada 28 April."Dari hasil pemeriksaan, yang bersangkutan baru bekerja sejak 25 April 2026. Jadi baru beberapa hari setelah kejadian," ungkapnya.Polisi menegaskan status sopir saat ini masih sebagai saksi. Penyidik masih mendalami berbagai keterangan serta alat bukti sebelum menentukan ada tidaknya unsur pidana dalam kasus tersebut."Jadi status yang bersangkutan dalam saat ini prosesnya masih sebagai saksi," tuturnya.Selain memeriksa sopir, polisi juga tengah menelusuri sistem perekrutan dan standar operasional perusahaan taksi online terkait. Hal ini untuk mengetahui apakah terdapat kelalaian dalam proses seleksi maupun pelatihan pengemudi.Di sisi lain, penyidik juga menggandeng Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri untuk mengkaji kemungkinan adanya faktor teknis, termasuk gangguan sistem kelistrikan atau sinyal di lokasi kejadian."Semua masih dalam proses pendalaman. Nanti akan kami sampaikan perkembangan lebih lanjut," kata dia.