Media sosial dihebohkan aksi Toyota Kijang Innova dan Nissan Grand Livina yang adu senggol di Tol Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (3/4). Hingga kini, publik masih membahas insiden panas tersebut.Tayangan viral itu mulanya dibagikan akun Instagram @iyannazriel sebelum dibagikan ulang akun-akun besar lain, termasuk Dashcam Owners Indonesia. Kami juga telah meminta izin ke pemilik video untuk dimuat sebagai berita. Jika dilihat dari tayangan berdurasi singkat tersebut, Livina dan Innova itu mula-mula melaju beriringan. Namun, tak lama kemudian, Innova mulai bergerak agresif ke kiri untuk menyenggol Livina yang melesat kencang.Livina Vs Innova saling senggol di Tol Kemayoran. Foto: Doc. Tangkapan layarTak terima disenggol, pengemudi Livina langsung banti stir ke kanan untuk menyenggol balik Innova. Meski demikian, upayanya gagal. Aksi itu berakhir usai Innova berhenti dan memalang laju Livina. Kedua pengemudi kemudian terlibat keributan di tengah jalan tol.Belum diketahui penyebab dan kronologi kejadian tersebut. Ketika, dimintai konfirmasi, Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Reiki Indra mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (3/4) sekitar pukul 15.09 WIB di Km 19 Tol Kemayoran.Reiki mengatakan petugas telah mendatangi lokasi kejadian saat itu. Namun kedua pengendara yang terlibat sudah tak ada di lokasi."Para pengendara membubarkan diri sebelum petugas polisi datang," kata Reiki, disitat dari detikNews, Sabtu (4/4).Reiki menambahkan pihaknya juga belum mendapatkan laporan dari para pihak terkait, sehingga pihaknya tidak mengetahui penyelesaian permasalahan di antara kedua pengemudi tersebut."Kalau damai kami tidak mengetahui, hanya saja para pengendara ini membubarkan diri sebelum polisi datang," tuturnya.Praktisi keselamatan berkendara yang juga anggota Kebijakan dan Advokasi Berkendara Direktorat Keselamatan Berkendara Ikatan Motor Indonesia (IMI) Erreza Hardian mengatakan, kejadian tersebut berkaitan dengan euphoria diri dan kendaraan."Mobil dengan dimensi dan power besar maka ada semacam perasaan di atas rata-rata. Berkompetisi di jalan berdasarkan strata sosial, apakah seseorang punya kelebihan dibandingkan lainnya, misal jago berantem atau apapun kelebihan yang dipunya dibanding orang lain di jalan. Ilmu sosiologi kemasyarakatan kita sedang tidak baik-baik saja, indikatornya ya di jalanan ini," ungkap Erreza kepada detikOto, Sabtu (4/4).Erreza mengingatkan, jangan mudah emosi dan terprovokasi di jalan raya. Ketika ada pengemudi yang memancing ke arah sana, maka usahakan tetap tenang atau stay calm."Bisa perkaya POV agar kita punya standar yang berbeda ketika di jalan. Ketika kita bisa melihat perspektif itu maka pasti akan bijak di jalan," kata dia.