Aksi berkendara yang menyerupai adegan film Fast & Furious viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di ruas Tol Akses Pelabuhan arah Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dalam video yang beredar, dua mobil terlibat insiden. Satu unit Toyota Kijang Innova berwarna silver dan Nissan Grand Livina berwarna hitam terlihat bersenggolan di jalan tol. Operator jalan tol, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), yang mengelola sebagian ruas Tol Lingkar Dalam Jakarta termasuk arah Tanjung Priok, belum dapat memastikan detail kejadian tersebut. "Saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian dan masih menunggu konfirmasi lebih lanjut," tulis pernyataan CMNP kepada Kompas.com, Minggu (5/4/2026). Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya, Reiki Indra Brata Manggala, membenarkan adanya peristiwa tersebut. "Betul itu di Tol akses pelabuhan, jalur B arah Tj. Priok, tepatnya di ruas tol Km 19+000 B lajur 1, pada Jumat, 3 April 2026 sekitar pukul 15.09 WIB," ujar Reiki dikutip . Menanggapi kejadian tersebut, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengatakan bahwa masalah utama di lalu lintas bukan pada kemampuan berkendara, melainkan pola pikir pengemudi. "Kesadaran terhadap keselamatan masih tergolong rendah, sehingga membentuk kebiasaan dan cara pandang yang keliru saat berada di jalan," kata Jusri kepada Kompas.com, Minggu (5/4/2026). "Banyak pengguna jalan yang masih menganggap aturan sebagai sesuatu yang bisa ditawar, bukan sebagai kebutuhan bersama. Akibatnya, perilaku seperti menyerobot antrean, melanggar lampu lalu lintas, hingga tidak memberi prioritas kepada pengguna jalan lain masih sering terjadi dan dianggap hal biasa," katanya. Bahaya road rage saat berkendara. Pada sisi lain, kata Jusri, kondisi lalu lintas yang padat dan tidak menentu juga memicu stres. Dalam situasi seperti ini, orang yang sebenarnya sabar pun bisa berubah menjadi impulsif. "Reaksi spontan yang dipicu emosi ini sangat berbahaya, mengingat berkendara merupakan aktivitas multitasking yang menuntut konsentrasi tinggi, kewaspadaan, serta kemampuan mengambil keputusan dengan cepat dan tepat," ujarnya. "Ketika emosi mengambil alih, fokus berkendara akan menurun. Pengemudi bisa menjadi lebih agresif, mengambil keputusan yang berisiko, atau bahkan mengabaikan keselamatan diri sendiri dan orang lain," kata Jusri. Respons terhadap tekanan di jalan pun beragam. Ada yang hanya mengeluh atau meluapkan kekesalan lewat teriakan, namun ada juga yang menanggapinya secara emosional, misalnya dengan membalas perilaku pengguna jalan lain secara agresif. "Kondisi inilah yang kerap memicu konflik di jalan, mulai dari adu mulut hingga tindakan yang lebih berbahaya," ujarnya. Karena itu, kata Jusri, membenahi lalu lintas tidak cukup hanya dengan meningkatkan keterampilan berkendara, tetapi juga perlu diiringi perubahan mindset. "Kesadaran bahwa jalan raya adalah ruang bersama yang membutuhkan empati, disiplin, dan saling menghargai menjadi kunci utama untuk menciptakan lalu lintas yang lebih aman dan tertib," katanya. Kronologi Dalam video yang beredar di media sosial, tampak dua mobil saling adu kecepatan di ruas tol arah PRJ-Sunter. Berdasarkan rekaman tersebut, insiden bermula saat kedua kendaraan melaju kencang dan saling mendahului hingga berada dalam posisi berdempetan. Saat Nissan Grand Livina berada di lajur satu, tiba-tiba Toyota Kijang Innova memotong jalur dan menyenggol bodi kendaraan tersebut. Benturan itu membuat pengemudi mobil hitam nyaris kehilangan kendali dan kemudian mengarah ke arah kiri. Situasi semakin tidak terkendali ketika Grand Livina mencoba mendahului, namun terus dihalangi oleh pengemudi Innova. Akibatnya, Grand Livina kehilangan kendali dan menabrak pembatas jalan di sisi kanan. Kedua kendaraan kemudian berhenti di lajur satu, dengan posisi Innova melintang dan menghalangi jalan. Pengemudi Grand Livina sempat melambaikan tangan untuk meminta bantuan kepada kendaraan lain yang melintas. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang