Berkendara saat bulan puasa memiliki tantangan tersendiri. Kondisi fisik yang menurun, rasa lapar dan haus, hingga kemacetan menjelang waktu berbuka kerap memicu emosi di jalan. Situasi tersebut berpotensi meningkatkan risiko konflik antar pengguna jalan maupun kecelakaan. Karena itu, pengendalian diri menjadi kunci utama agar perjalanan tetap aman dan nyaman. Head of Safety Riding Promotion Wahana, Agus Sani, mengatakan, agar tidak mudah terpancing emosi saat berkendara di bulan puasa, maka pengendara perlu lebih banyak mengelola pikiran dan sikap. Situasi kemacetan Jalan TB Simatupang, Kamis (19/2/2026) jelang buka puasa pertama. "Anggap kondisi lalu lintas sebagai sesuatu yang harus dihadapi dengan sabar, bukan dilawan tetap fokus pada tujuan sampai selamat," ujar Agus, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Menurut Agus, cara pandang terhadap situasi di jalan sangat menentukan respons pengendara. Ketika kemacetan dianggap sebagai musuh, emosi akan lebih mudah tersulut. Sebaliknya, jika diterima sebagai bagian dari perjalanan, pengendara cenderung lebih tenang dalam mengambil keputusan. "Bukan pada perilaku orang lain di jalan yaitu dengan menjaga jarak aman, menghindari klakson yg berlebihan, serta mengingat bahwa puasa juga melatih pengendalian diri," kata Agus. Arus lalu lintas di kawasan Jalan Kembangan Raya mengalami kemacetan parah imbas banjir di area persimpangan Jalan Lingkar Luar Jakarta pada Jumat (20/2/2026) malam. Menjaga jarak aman memberi ruang reaksi yang lebih cukup saat terjadi pengereman mendadak. Menghindari penggunaan klakson berlebihan juga membantu meredam ketegangan di jalan, terutama ketika kondisi lalu lintas padat. "Emosi bisa lebih terjaga dan risiko kecelakaan dapat ditekan, jangan lupa untuk cari aman saat naik motor," ujarnya. Agus menekankan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama, terlebih saat kondisi tubuh tidak seprima hari biasa. Dengan sikap sabar, fokus pada tujuan, serta menerapkan prinsip keselamatan dasar, pengendara dapat melalui bulan puasa dengan perjalanan yang lebih aman. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang