Ada kejadian menarik di adegan film Abadi Nan Jaya yakni ketika bahan bakar minyak (BBM) truk bocor dan akhirnya meledak saat terkena percikan api dari petasan. Sepintas kejadian ini tampak realistis, padahal faktanya tak semua BBM mudah terbakar bila kena api. Seperti BBM truk yang bermesin diesel tersebut, harusnya tak mudah terbakar bila menetes karena bocor. Sejak perilisannya pada 23 Oktober 2025, film karya sutradara Kimo Stamboel ini telah ditonton lebih dari 11 juta kali di seluruh dunia. Ahli Konversi Energi dari Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung Tri Yuswidjajanto Zaenuri mengatakan solar yang biasa dipakai untuk BBM truk seharusnya tak mudah terbakar bila bertemu percikan api. “Solar itu sulit menguap, sehingga sulit terbakar karena percikan api, karena yang mudah terbakar itu uap bahan bakar bercampur udara,” ucap Tri kepada KOMPAS.com, Sabtu (8/11/2025). Ilustrasi BBM pertalite. Tri memberikan contoh BBM yang mudah menguap, salah satunya, etanol. Etanol mudah terbakar karena mudah menguap. Apinya tidak tampak karena berwarna putih dan ada di atas bahan bakar. “Bensin juga begitu, mudah terbakar tapi tidak semudah etanol, karena sedikit lebih sulit menguap dibanding etanol, apinya diatas bensin, tapi lebih rendah dari etanol,” ucap Tri. Sementara itu, di dalam ruang bakar mesin diesel yang ada pada truk, solar cair diubah menjadi kabut bahan bakar oleh injektor bertekanan tinggi. Mobil dinas TNI di Rejang Lebong, Bengkulu terbakar membawa BBM. (Dok, Polsek Sindang Kelingi) “Sehingga kabut solar ini menjadi lebih mudah terbakar ketika bertemu udara dan panas melebihi ignition temperature-nya,” ucap Tri. Sebagai tambahan informasi, titik nyala solar, atau suhu minimum ketika uap solar mulai bisa terbakar oleh sumber api ada di rentang suhu 52 - 96 derajat Celcius. Sementara solar yang mengalir keluar dari tangki BBM tak akan mudah terbakar karena percikan api. Sehingga, adegan di film Abadi Nan Jaya tersebut tidak relevan dengan fakta ilmiah. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.