Operasi Zebra Jaya kembali digelar pada 17–30 November 2025 di wilayah hukum Polda Metro yang mencakup DKI Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Fokus utama operasi tahun ini adalah menekan angka kecelakaan lalu lintas dan mendorong budaya berkendara yang lebih aman di tengah padatnya mobilitas kawasan Jabodetabek. Kepolisian tidak hanya mengedepankan penindakan, tetapi juga edukasi yang langsung menyentuh perilaku dasar masyarakat saat berkendara. Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudi, mengatakan, dalam operasi kali ini pelanggaran lalu lintas yang tampak langsung menjadi fokus utama penindakan. “Target, sasaran dalam Operasi Zebra ini yang kita sasar tentunya adalah pelanggaran-pelanggaran kasat mata,” ujar Komarudin di Jakarta, dikutip Minggu (16/11/2025). Salah satu pelanggaran yang menjadi sorotan adalah penggunaan handphone saat berkendara. Polisi menegaskan bahwa satu detik saja kehilangan fokus dapat berakibat fatal, terutama di jalan-jalan cepat dan padat seperti Jakarta. Seorang pramudi bus transjakarta dengan nomor PPD-0653 kedapatan asyik bermain handphone saat mengemudikan bus dari Depok menuju BKN Cawang, Rabu (30/11/2022). Karena itu, pengendara diimbau benar-benar menjaga konsentrasi dan tidak memainkan ponsel dalam kondisi apa pun. Target berikutnya menyasar pengendara di bawah umur. Meski sering dianggap sepele, membiarkan anak belum cukup umur mengendarai kendaraan justru membuka risiko besar bagi mereka dan pengguna jalan lain. Imbauannya jelas, jika belum cukup umur, maka jangan dulu berkendara. Keselamatan harus menjadi prioritas, bukan sekadar keinginan mencoba mengemudi. Penggunaan helm SNI sudah diatur oleh penerintah Untuk pengendara motor, kepolisian menekankan pentingnya helm berstandar SNI. Helm bukan sekadar formalitas, melainkan pelindung vital karena kepala tidak bisa diganti. Pengendara diingatkan memastikan helm terpasang erat, tidak longgar, dan digunakan sesuai standar keselamatan. Pada pengendara mobil, kewajiban mengenakan sabuk pengaman kembali ditegaskan. Satu klik kecil sabuk pengaman dapat menyelamatkan nyawa, termasuk bagi orang-orang yang menunggu di rumah. Ilustrasi sabuk pengaman pre-tensioner Meski terlihat sederhana, masih banyak pengemudi yang mengabaikan hal ini saat berkendara jarak dekat. Operasi Zebra Jaya 2025 juga menyoroti pentingnya berkendara tanpa alkohol. Sedikit saja alkohol dapat mengubah refleks, memperlambat respons, dan memicu kecelakaan. Karena itu, sebelum berangkat, pastikan tubuh benar-benar bebas dari pengaruh minuman keras. Tak hanya soal perilaku, kepolisian juga menargetkan pelanggaran administratif. Kendaraan wajib dilengkapi surat-surat dan pelat resmi, karena tertib administrasi adalah bukti tanggung jawab pemilik kendaraan. Ilustrasi STNK. Provinsi yang gelar pemutihan pajak kendaraan November 2025, mana saja? Hal ini termasuk memastikan pelat nomor sesuai aturan, tidak dimodifikasi, tidak ditempeli stiker, dan tidak disamarkan. Penggunaan pelat yang tidak standar sering dilakukan untuk menghindari sistem tilang elektronik, dan Operasi Zebra Jaya tahun ini secara khusus menindak praktik tersebut. Melalui ketujuh target tersebut, Operasi Zebra Jaya 2025 diharapkan dapat menciptakan efek positif bagi budaya berkendara di Jakarta. Polisi menindak pengendara motor yang tidak menggunakan helm saat operasi zebra jaya Berikut ini target Operasi Zebra Jaya 2025: 1. Jangan main handphone saat berkendara.2. Belum cukup umur, jangan duku berkendara.3. Gunakan helm SNI.4. Pasang sabuk pengaman.5. Tanpa alkohol sebelum berangkat.6. Lengkapi kendaraan dengan surat resmi.7. Gunakan pelat nomor sesuai aturan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.