Operasi Zebra 2025 resmi digelar pada 17–30 November 2025, atau mulai awal pekan ini hingga akhir bulan nanti, di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Jawa Barat dengan nama Operasi Zebra Lodaya 2025. Kepolisian menegaskan bahwa operasi tahun ini tidak hanya menitikberatkan pada penindakan, tetapi juga edukasi untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas jelang masa libur akhir tahun. Meski begitu, sejumlah pelanggaran prioritas tetap menjadi fokus karena terbukti berkontribusi besar terhadap fatalitas kecelakaan. "Kami laksanakan selama 14 hari dan akan menyasar pada pelanggaran yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan berlalu lintas,” kata Wadirlantas Polda Jabar AKBP Endang Tri Purwanto, dikutip dari Kompas.com (16/11/2025). Jenis pelanggaran Berdasarkan informasi Instagram resmi @rtmcpoldajabar, ada 12 jenis pelanggaran yang menjadi target utama Operasi Zebra Lodaya 2025. Pertama, pengendara yang menggunakan handphone saat berkendara. Pelanggaran ini dianggap sangat berbahaya karena mengganggu konsentrasi dan reaksi pengemudi di jalan. Sejumlah petugas dari jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bandung, saat mengikuti apel siaga Operasi Zebra Lodaya 2023 di Mapolresta Bandung pada Senin (4/9/2023) Berikutnya, pengendara di bawah umur juga menjadi sasaran penindakan karena minimnya pengalaman dan kedisiplinan berkendara yang dapat memicu kecelakaan fatal. Untuk sepeda motor, polisi menyasar pengendara yang berboncengan lebih dari satu orang serta mereka yang tidak menggunakan helm berstandar SNI. Dua pelanggaran ini selama ini kerap ditemui di jalan-jalan padat, terlebih di kawasan pemukiman dan sekolah. Sementara untuk mobil, fokus pengawasan ditujukan kepada pengendara yang tidak menggunakan sabuk keselamatan (safety belt), pelanggaran dasar tetapi masih sering diabaikan. Tak kalah penting, operasi juga menindak pengendara yang berada di bawah pengaruh alkohol, mengingat dampaknya yang sangat besar terhadap kemampuan mengemudi. Kemudian, pengemudi yang melawan arus, yang tidak hanya membahayakan dirinya sendiri, tetapi juga pengguna jalan lain. Petugas Satlantas Polres Tasikmalaya Kota, Jawa Barat, tengah menggelar Operasi Zebra Lodaya di kawasan Taman Kota Tasikmalaya, Senin (14/10/2024). Kecepatan menjadi perhatian tersendiri dalam operasi tahun ini. Polisi akan menindak pengendara yang melebihi batas kecepatan, terutama di jalur-jalur rawan kecelakaan. Selain itu, kendaraan yang mengangkut muatan berlebih (overload) pun menjadi target karena dapat menyebabkan rem blong dan kecelakaan fatal di jalan raya. Menariknya, Operasi Zebra Lodaya 2025 juga menyasar kelompok-kelompok tertentu. Pelajar dan mahasiswa menjadi perhatian utama karena masih banyak ditemukan kasus berkendara tanpa SIM atau tanpa perlengkapan keselamatan. Pengendara sepeda motor melawan arus di Jalan Raya Batu Tulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor pada Jumat (26/7/2024). Komunitas otomotif roda dua ataupun roda empat pun turut masuk prioritas pengawasan, terutama yang kerap melakukan konvoi atau kegiatan berkendara bersama. Tak ketinggalan, pengusaha atau pemilik jasa angkutan barang juga akan diperiksa untuk memastikan armada mereka laik jalan dan tidak memuat barang melebihi kapasitas. Dengan beragam sasaran tersebut, Operasi Zebra Lodaya 2025 diharapkan mampu menciptakan efek jera sekaligus meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas. Berikut ini target Operasi Zebra Lodaya 2025: - Pengendara yang menggunakan handphone- Pengendara di bawah umur- Pengendara R2 yang berboncengan lebih dari 1 orang- Pengendara R2 yang tidak menggunakan helm SNI- Pengendara R4 yang tidak menggunakan safety belt- Pengendara ranmor dalam pengaruh alcohol- Pengendara yang melawan arus- Pengendara yang melebihi batas kecepatan- Pengendara yang melebihi kapasitas muatan- Para pelajar/mahasiswa- Komunitas otomotif R2 maupun R4- Pengusaha/pemilik jasa angkutan barang Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.