Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak pagi hari menjadi salah satu penyebab utama kemacetan di sejumlah ruas jalan, termasuk Tol Dalam Kota, yang masih terjadi hingga Kamis (22/1/2026) siang. Curah hujan tinggi membuat laju kendaraan melambat, sementara jarak pandang pengendara berkurang akibat kondisi jalan yang basah dan licin. Situasi ini berdampak pada arus lalu lintas yang mengarah ke pusat kota, dengan kepadatan terlihat di beberapa titik sejak jam sibuk pagi. Ilustrasi hujan di dalam mobil. BMKG: Ini Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang pada 19-20 Januari 2026 Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Robby Hefados, mengatakan bahwa kepadatan di Tol Dalam Kota tidak dipicu oleh insiden kecelakaan maupun kendaraan mogok Menurutnya, kemacetan murni disebabkan oleh tingginya volume kendaraan yang melintas di tengah cuaca hujan yang tak kunjung reda. “Untuk (kemacetan) dalam kota tidak ada kendala apa-apa. Hanya kepadatan arus lalu lintas, yang memang sampai saat ini masih cukup padat mengarah ke dalam kota di tengah cuaca hujan,” ujar Robby, kepada Kompas.com (22/1/2026). Ganjil genap di off ramp gerbang tol dalam kota Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan, pengendara diimbau untuk mengantisipasi kepadatan yang terjadi, terutama pada jam-jam sibuk. Mengatur waktu perjalanan, menjaga jarak aman, serta memanfaatkan informasi lalu lintas terkini dapat membantu mengurangi risiko terjebak kemacetan panjang di Tol Dalam Kota Jakarta. “Untuk hasil pengecekan kami di kamera CCTV, di dalam tol sampai dengan keluar tol di depan Polda, sementara untuk kendaraan yang rusak atau pun kecelakaan tidak ada. "Jadi memang hanya volume kendaraan dan dipengaruhi oleh cuaca hujan yang tidak berhenti dari pagi,” kata dia. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang