Arus lalu lintas di wilayah Jakarta dan sekitarnya menunjukkan pola berbeda sejak awal Ramadan. Kepadatan yang biasanya muncul lebih pagi kini cenderung bergeser ke waktu yang lebih siang, sementara arus pulang kerja justru lebih cepat dari hari biasa. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyebut perubahan itu terlihat setelah melakukan pemantauan selama dua hari pertama Ramadan. Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefados mengatakan, hasil analisa menunjukkan adanya penyesuaian jam aktivitas masyarakat selama bulan puasa. “Setelah dua hari kami lakukan analisa, memang terdapat beberapa pergeseran waktu pergerakan masyarakat,” ujar Robby saat dikonfirmasi, Jumat (20/2/2026). Ia menjelaskan, kepadatan di pagi hari kini tidak lagi terjadi sejak subuh atau pukul 07.00 WIB seperti hari biasa. Arus kendaraan baru meningkat pada kisaran pukul 08.00 hingga 10.00 WIB. “Pagi hari masyarakat cenderung lebih siang. Dari jam 08.00 sampai dengan jam 10.00 masyarakat baru menuju ke kantornya masing-masing,” katanya. Ilustrasi lalu lintas di Jakarta. Sebaliknya, pada sore hari arus kendaraan justru lebih cepat meningkat. Sekitar pukul 15.30 WIB, pergerakan kendaraan menuju kawasan permukiman sudah terlihat padat. Menurut dia, perubahan pola tersebut membuat kepolisian menyesuaikan strategi pengaturan lalu lintas di sejumlah titik agar kepadatan tidak menumpuk pada waktu tertentu. Robby juga mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin berlalu lintas, terutama menjelang waktu berbuka puasa. Ia menyoroti kebiasaan sebagian pengendara yang terburu-buru membeli takjil hingga melakukan pelanggaran. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang