Arus balik libur Natal mulai menunjukkan tanda-tanda surut. Lalu lintas di Jalan Tol Jakarta–Cikampek pada Senin (29/12/2025) siang, terpantau ramai lancar. Baik itu ke arah Jakarta maupun arah Cikampek. Berdasarkan pantauan kamera CCTV Jalan Tol yang dikelola Ditjen Bina Marga, arus lalu lintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek terpantau ramai lancar pada Senin (29/12/2025) siang, baik itu arah Jakarta ataupun arah Cikampek. Meski secara umum kondisi membaik, sejumlah titik masih mengalami kepadatan. Untuk arus menuju Jakarta, antrean kendaraan mulai terlihat di jalur bawah Tol Jakarta–Cikampek. Kepadatan di Km 55 jalan tol Jakarta - Cikampek , Sabtu (29/3/2025) pukul 14.30 WIB. Terutama pada kisaran KM 41 hingga KM 34. Sementara di Tol Layang MBZ kepadatan tercatat terjadi dari KM 32 hingga KM 29. Adapun untuk arah sebaliknya, yakni menuju Cikampek, lalu lintas relatif ramai lancar tanpa hambatan signifikan. Sebelumnya, skema contraflow yang diberlakukan pada Minggu (28/12/2025) telah dihentikan pada Senin (29/12/2025) dini hari seiring menurunnya volume kendaraan. Tol Layang Jakarta-Cikampek MBZ Korlantas Polri menilai pergerakan kendaraan di koridor Jakarta–Cikampek mulai menunjukkan keseimbangan antara kendaraan yang keluar dan masuk Jakarta. “Ya, pergerakannya sekarang sudah mulai sekitar 2,1 juta kendaraan. Mungkin kendaraan akan berimbang sampai dengan nanti tanggal 31 Desember 2025 dan 1 januari 2026” kata Brigjen Pol Faizal, Dirgakkum Korlantas Polri, dalam keterangan tertulis (28/12/2025). Menurutnya, tren pergerakan ini diperkirakan terus berlanjut hingga mendekati pergantian tahun. Meski kondisi saat ini relatif terkendali, puncak arus balik diproyeksikan belum terjadi. Arus lalu lintas di Km 47 ruas jalan tol Jakarta - Cikampek, Rabu (24/12/2025) siang. Faizal menyebut, gelombang terbesar arus kendaraan diperkirakan berlangsung pada awal Januari. Ia menambahkan arus balik kendaraan mudik Nataru 2025 diperkirakan mencapai puncaknya pada tanggal 3 dan 4 Januari 2026. Menghadapi potensi lonjakan tersebut, pihak kepolisian menyiapkan langkah antisipasi bersama Polda Jawa Barat. Penerapan rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional, menyesuaikan kondisi kepadatan di lapangan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang