Saat melonjaknya harga BBM nonsubsidi pada Mei 2026, biaya operasional pengguna motor kembali bertambah. Setelah bahan bakar, kini giliran harga ban motor yang ikut mengalami kenaikan di berbagai merek. Berdasarkan pantauan harga terbaru di wilayah Jakarta dan sekitarnya, rata-rata harga ban naik sekitar Rp 50.000 dibanding periode sebelumnya. Bahkan, ada yang tembus Rp 100.000 hingga Rp 200.000 untuk merek premium. Kenaikan harga tersebut disebut dipicu meningkatnya biaya bahan baku industri ban yang terjadi sejak awal tahun. Petugas mengangkat nozzle mesin pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax Turbo usai melayani pelanggan di SPBU COCO Jalan Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (31/3/2026). Pemerintah menegaskan bahwa harga BBM subsidi maupun nonsubsidi tidak akan mengalami kenaikan dan memastikan pasokan BBM nasional dalam kondisi aman dan tersedia. Zandhy Utama, Direktur Marketing PT Suryaraya Rubberindo Industries (produsen ban FDR), mengatakan harga ban memang harus menyesuaikan dengan kondisi material produksi. “Pastinya untuk harga ban sendiri akan menyesuaikan dengan kenaikan materialnya,” ujar Zandhy, kepada Kompas.com, Jumat (8/5/2026). Menurut dia, hampir seluruh komponen bahan baku mengalami kenaikan harga sehingga berdampak langsung terhadap banderol ban di pasaran. Ban FDR di IMOS 2025 Hal senada juga disampaikan Gunawan, Sales Domestik PT Industri Karet Deli (produsen ban Swallow), yang turut mengeluhkan hal serupa. “Ya, saat ini ada penyesuaian harga juga. (Karena) harga bahan baku yang cenderung naik. (Harga ban) naik sampai 5 persen,” ucap Gunawan. Naiknya harga bahan baku membuat hampir semua merek melakukan penyesuaian harga, mulai dari ban entry level hingga premium. Ban khusus motor listrik Swallow Voltrax Sebagai gambaran, ban untuk Honda BeAT dan Vario kini rata-rata berada di kisaran Rp 200.000 hingga Rp 400.000. Sementara ban premium untuk Yamaha NMAX dan Honda PCX dari merek seperti Metzeler atau Michelin sudah menembus Rp 800.000 untuk ukuran tertentu. Meski harga naik, permintaan ban disebut masih relatif stabil karena ban merupakan komponen fast moving yang wajib diganti secara berkala demi menjaga keselamatan berkendara. Kondisi ini membuat pemilik motor harus semakin cermat mengatur pengeluaran kendaraan pada 2026. Sebab, selain menghadapi kenaikan harga BBM, pengguna roda dua kini juga harus bersiap menghadapi naiknya harga komponen pendukung seperti ban. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang