Gelaran Indonesia International Motor Show 2026 (IIMS 2026) yang baru saja berlalu menghadirkan pemandangan berbeda di segmen motor listrik. Jika beberapa tahun lalu deretan motor listrik murah membanjiri satu hall penuh dengan berbagai merek baru, kini jumlahnya jauh lebih sedikit. Pasar tampaknya mulai terseleksi, dan konsumen pun semakin berhati-hati dalam menentukan pilihan. Motor listrik Indomobil Emotor QT Rudi MF, Project Manager Dyandra Promosindo, mengakui tren tersebut sudah terlihat sejak 2025, terutama setelah insentif pemerintah untuk motor listrik tidak lagi menjadi momentum utama. “(Motor listrik murah) itu sudahenggak ada. Dari 2025 trennya memang begitu. Momentum subsidi kan sudah enggak ada lagi,” ujar Rudi, kepada Kompas.com (28/2/2026). Rudi juga mengatakan, pada saat IIMS 2024, terdapat satu hall buat motor listrik. Ilustrasi motor listrik Pacific di IIMS 2026 Di sana selain ada deretan booth motor listrik, ada juga fasilitas test ride indoor, dan semuanya berkumpul dengan harga kompetitif. “Tapi saat itu insentif pemerintah enggak mencapai target. Mungkin karena pemain-pemain yang sudah oke tidak mengeluarkan model listriknya, jadi orang bingung mau investasi Rp 5-6 juta tapi mikir entar kalau rusak gimana,” ucap Rudi. Menurutnya, pasar kini lebih rasional. Ilustrasi booth motor listrik Pacific di IIMS 2026 Konsumen tidak lagi sekadar tergiur harga murah, tetapi mulai mempertimbangkan reputasi merek, jaringan servis, hingga kepastian suku cadang. Hal ini membuat hanya pemain dengan fondasi bisnis kuat yang mampu bertahan. “Tetap pemain-pemain besarnya masih ada (di IIMS 2026). Kalau dilihat di IIMS kemarin hall motor listrik itu masih ada Alva, Polytron, United, dan Pacific. Jadi seleksilah, mereka yang masih di market ini yang pondasinya kuat,” kata Rudi. Meski jumlahnya lebih sedikit, motor listrik murah tetap hadir di IIMS 2026. Salah satu yang paling terjangkau adalah Pacific Sterrato yang dibanderol Rp 5.699.000 dari harga normal Rp 12.499.000. Lalu ada Avand SC 122 seharga Rp 7.900.000 dari Rp 13.900.000, serta United MX 1200 yang dilepas Rp 8.100.000 dari harga normal Rp 16.800.000. Namun perlu dicatat, harga tersebut masih berstatus off the road dan belum termasuk biaya pengurusan surat-surat kendaraan. Fenomena ini menunjukkan bahwa era “banjir motor listrik murah” mulai bergeser. Pasar kini memasuki fase seleksi alam, di mana konsumen lebih memilih merek dengan kejelasan layanan dan keberlanjutan bisnis ketimbang sekadar harga miring. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang